Perum Bulog Divre Sumut sudah berhasil membeli 2.826 ton beras petani dari target pembelian di 2019 yang sebanyak 20.433 ton.

"Memang masih kecil dibandingkan dari total target pembelian tahun ini, tetapi diyakini akan tercapai," ujar Kepala Perum Bulog Divre Sumut, Basirun usai menerima kunjungan kerja Direktur Jenderal Perlindungan Konsumen dan Tertib Niaga (PKTN) Kementerian Perdagangan Veri Anggrijono di Medan, Jumat.

Pembelian beras yang sebanyak 2.800 ton itu memperkuat stok beras Sumut termasuk untuk beras komersial.

"Stok beras Bulog Sumut ada sekitar 60.700 ton dan itu cukup untuk kebutuhan 10 bulan daerah itu yang 10 ribuan ton," katanya.

Dengan cukup untuk 10 bulan ke depan, maka kebutuhan untuk Ramadhan hingga Idul Fitri sudah pasti aman.

Basirun menyebutkan Bulog terus berupaya meningkatkan pembelian beras petani. Walaupun, katanya, salah satu kendala membeli beras petani secara lebih banyak antara lain adalah harga jual beras atau gabah petani yang selalu di atas harga pembelian pemerintah (HPP).

Sesuai Inpres No 5 tahun 2015, harga beli beras petani medium ditetapkan Rp7.300 per kilogram dan ditambah fleksibilitas 10 persen, maka harga beli beras petani menjadi Rp8.030 per kilogram.

Sementara di pasar harga jual beras sudah di atas HPP.

"Walau ada kendala, Bulog terus berupaya dengan berbagai cara membeli beras petani," katanya.
 

Pewarta: Evalisa Siregar

Editor : Juraidi


COPYRIGHT © ANTARA News Sumatera Utara 2019