Menikmati penampilan kuat untuk Mercedes di tiga balapan awal musim ini, Valtteri Bottas akan menghadapi GP Azerbaijan, di Sirkuit Baku akhir pekan ini, untuk membalas kesialan yang dia alami tahun lalu.

Peluang meraih trofi juara Bottas dirampas ketika pebalap asal Finlandia itu mengalami pecah ban belakang ketika memimpin balapan di tiga lap terakhir dan harus menyerahkan podium pertama kepada rekan satu timnya Lewis Hamilton.

Musim lalu pun Bottas tidak mampu meraih kemenangan di satu balapan pun, sementara Hamilton mengoleksi tambahan 10 kemenangan sejak trofi juara pertamanya musim lalu di Baku.

Bottas usai istirahat musim dingin menikmati performa yang lebih kuat di awal musim dan memberikan perlawanan cukup ketat kepada rekan satu timnya dengan memimpin klasemen pebalap hingga balapan ketiga di China.

Hamilton mengambil alih pimpinan klasemen pebalap usai menjadi yang pertama finis di Sirkuit Internasional Shanghai dua pekan lalu.

"Tentunya aku ingin tetap memimpin tapi situasi sekarang seperti itu dan jika aku tetap menunjukkan penampilan yang bagus aku bisa membalikkannya," kata Bottas seperti dikutip Reuters Rabu.

"Jadi itu akan menjadi tujuanku di Baku," kata Bottas yang meraih pole position di China namun hanya mampu finis kedua itu.

baca juga : Ini kunci kemenangan Hamilton di GP China

Mencetak hat-trick finis 1-2 di awal musim menjadi modal Mercedes menghadapi balapan seri keempat di Baku, dimana mereka telah memenangi dua dari tiga balapan yang pernah digelar di sirkuit jalanan sepanjang 6 km itu.

Jika Sirkuit Internasional Shanghai memiliki lintasan lurus sepanjang 1,2 km, Baku menawarkan trek yang lebih ekstrim. Keluar dari Tikungan 16, pebalap memiliki lintasan sepanjang 2,2 km dimana mereka bisa menginjak penuh pedal gas mereka untuk berpacu hingga Tikungan 1.

Selain lintasan lurus yang panjang, Baku memiliki sejumlah tikungan yang sangat sempit juga tikungan dengan sudut 90 derajat yang menuntut traksi yang baik di awal lap.

Kombinasi seperti itu bisa cukup memusingkan para mekanik dalam menemukan setingan yang pas untuk mobil mereka. Apakah mobil harus memiliki downforce rendah untuk mencapai kecepatan maksimal yang tinggi di lintasan lurus tapi mengorbankan kelincahan di tikungan? atau haruskah teknisi meningkatkan sudut sayap untuk kegesitan di tikungan tapi jadi sasaran empuk di lintasan lurus?

Secara umum Baku, dengan panjang lintasan 6 km dan total 20 tikungan, memiliki semuanya.


Seperti Mercedes, Ferrari pun tak mau ketinggalan.

Terpaut 57 poin dari rival mereka di pucuk pimpinan konstruktor, tim yang tampil impresif di sesi tes pra-musim itu telah mengemas dua podium ketiga dari tiga balapan musim ini.

Pebalap baru Ferrari, Charles Leclerc memiliki sejarah di Baku, dimana dia pernah menjadi juara ketika masih membalap di Formula 2 pada 2017 lalu.

Baku menjadi sirkuit yang emosional bagi rekan satu tim Sebastian Vettel itu karena beberapa hari sebelum meraih trofi juara di sana, dan juga pole position, ayah sang pebalap asal Monako itu meninggal dunia.

"Baku adalah sirkuit yang sangat menuntut, tapi aku sangat menantikannya," kata pebalap berusia 21 tahun, yang juga meraih poin pertamanya di Formula 1 di Baku tahun lalu dengan tim Sauber.

"Aku menyukainya dan selalu tampil sangat bagus di sana," kata Leclerc.

baca juga:Berger: Ferrari terlalu dini terapkan "team order"
baca juga :Haas bakal temui lagi tantangan berat di Baku

Ferrari pun akan membawa update pengembangan mobil SF90 pada balapan GP Azerbaijan di Sirkuit Baku, akhir pekan nanti.

Baku adalah sirkuit yang sangat efisien dan dipandang memiliki karakter yang lebih cocok bagi mobil Ferrari yang memiliki drag lebih rendah daripada Mercedes.

Jika tim Kuda Jingkrak itu bisa menemukan seting yang bersahabat dengan ban, yang mana mereka mengalami kesulitan di Australia dan China, Vettel dan Leclerc bisa menjadi penantang utama di Baku.

baca juga: (Profil) - Charles Leclerc dan kisahnya menuju Formula 1


Baku juga selalu menawarkan balapan yang sulit diprediksi. Sejak balapan pertama pada 2016, Baku menjadi satu-satunya balapan di kalendar Formula 1 yang memunculkan pebalap di luar tiga tim terbesar yang naik podium.

Pebalap asal Meksiko Sergio Perez, dengan dua kali finis ketiga pada 2016 dan 2018 untuk Force India, sekarang berganti nama menjadi Racing Point, adalah satu-satunya pebalap yang pernah naik podium lebih dari sekali di Baku.

Rekan satu tim Perez, Lance Stroll, juga pernah meraih pole position di Baku pada 2017, kala itu dia membalap untuk tim Williams.

Selain kejutan prestasi, para penggemar bisa menantikan balapan yang kaos di Baku. Seperti tahun lalu ketika persaingan ketat duo pebalap Red Bull, Daniel Ricciardo dan Max Verstappen, menyebabkan kedua mobil mereka saling sundul dan gagal finis.

Honda dipastikan akan membawa sejumlah paket pembaharuan (upgrade) untuk Red Bull dan Toro Rosso di Baku akhir pekan nanti.

Pabrikan power unit asal Jepang itu akan membawa mesin pembakaran dalam spesifikasi 2 jelang GP Azerbaijan.

baca juga: Tim Red Bull jalani musim balap baru dengan Honda


Walaupun unit yang akan dipasang ke mobil Red Bull dan Toro Rosso memberikan sedikit tenaga tambahan, Honda mengklaim jika perbaikan utamanya ada di area reliabilitas berkat ditemukannya masalah kendali kualitas di pergantian power unit mobil Daniil Kvyat ketika sesi latihan bebas FP1 di China.

"Salah satu alasan kami membawanya ke balapan ini, kami menemukan masalah power unit milik Kvyat di China yang disebabkan masalah kontrol kualitas. Keuntungan utama dari Spec 2 ini adalah ketahanan dan usia yang meningkat serta reliabilitas yang lebih baik. Ini menawarkan sedikit peningkatan performa juga," ungkap direktur teknis F1 Honda Racing Toyoharu Tanabe.

Baku adalah sirkuit jalanan tercepat di kalender Formula 1. Red Bull tahun ini akan bertumpu pada power unit dari Honda untuk mengulangi kemenangan mereka di sana pada 2017.

"Ini adalah pertunjukkan yang besar," kata Verstappen. "Semoga balapan tahun ini bisa membuat cerita yang bagus."





 

Pewarta: Aditya Eko Sigit Wicaksono

Editor : Riza Mulyadi


COPYRIGHT © ANTARA News Sumatera Utara 2019