Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) Medan memberikan percontohan pembibitan kelapa sawit dan budidaya kakao dalam rangka kegiatan pengabdian masyarakat.

Pengadian masyarakat ini dilakukan para dosen dan mahasiswa Polbangtan yang berjumlah 10 orang di BPP Secanggang, Kabupaten Langkat.

Ir. Abusari Marbun selaku dosen pelaksana langsung kegiatan bersama Merlin Mariana SP, MP, mengatakan, kegiatan mereka untuk memberi contoh serta pemahaman petani cara pembibitan sawit yang sesuai standar dan prosedur dan contoh teknis budidaya kakao yang baik.

Sementara Firman Sirait, kepala unit penelitian dan pengabdian masyarakat Polbangtan Medan menyatakan pihaknya prihatin masih banyak petani belum mengerti membibitkan kelapa sawit.

"Kita melihat masih banyak tanaman kelapa sawit yang dibudidayakan petani berasal dari bibit kelapa sawit yang tidak bersertifikat," ungkap  Firman.

Menurut Abusari kegiatan yang juga melibatkan penyuluh pertanian setempat ini sangat disambut positif para petani di daerah itu, karena pengetahuan serta kompetensi petani dibidang kelapa sawit dan kakao semakin bertambah.
    
Sementara Sukardiono SP, koordinator BPP Secanggang mengatakan tanaman kelapa sawit dan tanaman kakao adalah tanaman yang umumnya diusahakan oleh petani di wilayah kerja BPP Secanggang.

"Kami berterimakasih kepada Polbangtan Medan dengan harapan ilmu yang diserap para petani termasuk penyuluh dapat meningkatkan produksi pertanian khusus kelapa sawit dan kakao masyarakat daerah ini," ujarnya.

Direktur Polbangtan Medan Ir Yuliana Kansrini  M.Si, di Medan, Jumat, mengatakan, kegiatan pengabdian kepada masyarakat merupakan kewajiban civitas akademika dengan harapan dapat memberikan manfaat besar bagi kehidupan petani.

Dikatakan, Indonesia merupakan negara utama nomor satu dalam komoditas kelapa sawit dan negara utama nomor tiga setelah Pantai Gading dan Ghana untuk tanaman kakao.

"Sehingga untuk mempertahankan posisi dan meningkatkan kualitas kesejaterahaan petani perlu secara berkelanjutan dilakukan pembinaan kepada para petani kita," kata Yuliana

Pewarta: Kodir Pohan

Editor : Juraidi


COPYRIGHT © ANTARA News Sumatera Utara 2019