Asahan (Antaranews.Sumut) - Tahun 2018, Pemerintah Kabupaten Asahan menargetkan penerimaan dari Pajak Bumi dan Bangunan Pedesaan dan Perkotaan (PBB-P2) sebesar Rp 13 Miliar. Namun realisasi hanya 84.13 % atau meraup Rp 11 miliar lebih.

Kepala Bappenda Asahan, Mahendra menyebutkan bahwa dari 25 Kecamatan 22 Kecamatan yang realisasinya rata-rata mencapai 100 %. 3 Kecamatan yakni Kisaran Barat hanya bisa merealisasikan PBB P2 94.12 % atau meraup Rp 2,5 miliar lebih dari target Rp 2,6 miliar lebih.

Sedangkan Kecamatan Kisaran Timur realisasi PBB P2 sebesar 90.79 % atau meraup Rp 2 miliar lebih dengan target Rp 2,4 miliar dan Kecamatan Simpang Empat hanya meraup Rp 363 juta lebih atau 76 % dari target Rp 474 juta.

“Kecamatan Barat dan Timur memiliki target cukup tinggi hingga miliaran dibandingan Kecamatan lainya hanya ratusan juta sehingga Kecamatn tersebut perlu kerja keras untuk mengutip target PBB P2,” ungkap Mahendra  di dinas setempat.

Terkait dengan target 2019, Mahendra tetap optimis memenuhi target tersebut. “Kita yakin target PBB P2 tahun ini bisa kita capai. Tentunya dengan pengalaman yang kita lakukan pada tahun lalu dan ditambah dengan menggali potensi yang ada,” ucap Mahendra

Dikatakan Mahendra target 2019 tidak ada penambahan , namun untuk mencapai target tersebut diharapkan seluruh lapisan masyarakat dapat bekerjasama, khususnya kepada wajib pajak. Begitu juga dengan kolektor PBB P2 untuk lebih bersemangat mengutip pajak.

“Memang tahun lalu target  belum tercapai, namun kita akan kerja keras merelisasikanya,”ucap Mahendra, sembari berharapan dukungan masyarakat untuk lebih cerdas membayar PBB, karena uangnya juga akan dikembalikan kepada masyarakat berupa kue pembangunan.

Pewarta: Indra

Editor : Akung


COPYRIGHT © ANTARA News Sumatera Utara 2019