Medan (Antaranews Sumut) - Global Investa Capital atau GIC membuat aplikasi teknologi blockchain dengan banyak tujuan ternasuk
memberikan opsi bagi trader untuk berganti posisi menjadi marketmaker dan bisa menekan broker ilegal.
     
"GIC menghadirkan revolusi pasar forex untuk memberikan solusi pada pasar berjangka forex yang acapkali penuh dengan permasalahan," ujar Founder GIC, Peter Tandean di Medan, Kamis.
     
Dia mengatakan itu saat menggelar "roadshow" GIC di Medan yang diikuti antusias ratusan peserta.
     
Menurut Peter, dengan aplikasi teknologi blockchain, berbagai masalah dalam pasar berjangka forex seperti slippage, spread yang besar, komisi tinggi itu tidak akan terjadi.
       
Dia menjelaskan, risiko  trading secara online semakin besar karena banyaknya broker ilegal yang merugikan nasabah. 
     
"Dengan teknologi blockchain, maka bisa meneka  broker ilegal," ujar Peter Tandean.
     
Dia menyebutkan platform GIC y menyediakan transparansi dan bebas biaya kepada para penggunanya.
     
"Aplikasi itu mendapat sambutan baik dari BBJ (Bursa Berjangka Jakarta),  KBI (Kliring Berjangka Indonesia ) dan Bappebti (Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi)," ujarnya.
     
Dia mengakui, perusahaan itu berbasis di Singapura, tetapi memiliki mitra lokal berlisensi.
     
"Manajemen yakin  para trader akan tertarik dengan aplikasi tersebut karena transparansinya.Aplikasi itu akan diluncurkan April 2019," ujarnya.
     
Teknologi degan Metatrades 5 itu menawarkan aktivitas trading tanpa swap, tanpa komisi atau biaya dan spread yang rendah.
     
Peter Tandean mengaku dari sosialisasi dan roadshow ke beberapa kota yang akan terus dilanjutkan sebelum diluncurkan pada April 2019, terlihat antusias para trader.
       
"Dengan melihat antusiasnya trader, manajemen yakin aplikasi itu akan diminati apalagi untuk awalnya GIC memberikan berbagai hadiah menarik termasuk uang tunai untuk trader yang unggul dalm kompetisi perdagangan elektronik
     "
GIC ingin ikut berkontribusi besar dalam perkembangan pasar forex di Indonesia," ujarnya.

Pewarta: Evalisa Siregar

Editor : Juraidi


COPYRIGHT © ANTARA News Sumatera Utara 2019