Medan (Antaranews Sumut) - Produsen perangkat keras dan produk elektronik China Xiaomi mengambilalih bisnis smartphone Meitu melalui kemitraan strategis demi menggaet lebih banyak konsumen perempuan di seluruh dunia.

Kemitraan strategis itu disampaikan Meitu dalam laporannya kepada otoritas pasar modal Hong Kong dan diungkapkan juga oleh Xiaomi dalam laporan keuangan kuartal tiga 2018 pada 19 November ini.

Dengan kesepakatan itu, Grup Meitu akan mengalihkan lisensi brand Meitu dan lisensi global teknologi serta domain name yang terkait dengan semua smartphone brand Meitu mendatang, kata Meitu dalam laporan untuk otoritas pasar modal Hong Kong, dikutip Selasa.

Selanjutnya, Xiaomi akan bertanggungjawab pada desain, riset dan pengembangan, produksi, operasi bisnis, serta penjualan dan pemasaran smartphone yang masuk dalam kemitraan strategis itu.

Xiaomi juga akan menerima pengalihan lisensi eksklusif untuk menggunakan brand Meitu terkait dengan lingkup produk-produk perangkat keras pintar, dengan pengecualian produk-produk hardware yang terkait kulit.

Dalam kemitraan strategis tersebut, Meitu akan menerima bagian dari laba kotor untuk setiap smartphone yang dijual berdasarkan kesepakatan baru, asalkan memenuhi target yang disepakati. Perjanjian ini akan berlangsung selama 30 tahun.

Sejak peluncuran model pertama smartphone Meitu pada 2013, brand yang juga asal China ini telah menjual sekitar 3,5 juta unit smartphone, yang mengandalkan kualitas foto melalui kamera ponsel.

"Kami percaya Xiaomi adalah mitra sempurna karena mereka sekarang salah satu brand smartphone terbesar dunia dengan volume penjualan mencapai 100 juta untuk 10 bulan yang berakhir 31 Oktober 2018..," kata Meitu dalam pernyataannya.

Sementara Xiaomi dalam pernyataan resminya pada laporan keuangan kuartal ketiga 2018 mengatakan bahwa kesan merek Meitu akan membantu untuk mendapatkan lebih banyak pengguna perempuan dan terus memperluas dan mendiversifikasi basis pengguna Xiaomi.
 

Pewarta: Antara

Editor : Juraidi


COPYRIGHT © ANTARA News Sumatera Utara 2018