Tanjungbalai, (Antaranews Sumut) - Anggota DPRD Kota Tanjungbalai H.Maralelo Siregar membantah keras menggunakan Ijazah palsu sebagaimana dugaan kelompok mahasiswa mengatas namakan Satuan Aktivis Demokrasi Indonesia (SADIS) dalam unjuk rasa di gedung dewan setempat.
  
Maralelo Siregar, Selasa, menegaskan, dugaan ijazah palsu yang disampaikan kelompok mahasiswa itu tidak benar dan dinilai keliru.
  
"Itu (ijazah palsu) saya bantah. Saya nyatakan bahwa ijazah saya adalah benar dan asli," katanya diruang fraksi Golkar gedung DPRD Tanjungbalai, Selasa.
  
Maralelo menjelaskan, ia tamatan Aliyah di Pesantren Al-Yunusiyah Hutaim Baru, Kecamatan Halongonan tahun 1974. Ijazah tersebut jadi legalitas ketika menjadi calon legeslatif tahun 2009-2014 dan terpilih menjadi anggota DPRD.
  
Pada pemilihan legesaltif 2014, Ijazah tersebut juga digunakan dan KPU meluluskan saya sebagai calon anggota DPRD periode 2014-2019.
  
"2009 dan 2014 tetap sama, awal dan akhir KPU menetapkan saya sebagai calon legeslatif dan Bawaslu tidak mempersoalkan Ijazah tersebut," ungkap Maralelo Siregar.
  
Maralelo yang baru saja dilantik menjadi anggota DPRD Tanjungbalai Pengganti Antar Waktu (PAW) itu menilai aksi demo kelompok SADIS terindikasi pencemaran nama baik terhadap dirinya. Ia akan mencari delik hukum untuk membela diri.
  
"Kita lihat saja nanti, jika mereka masih jalan terus dan sejauh mana penghinaan pencemaran nama baik itu. Kalau ini tetap, kita akan tempuh jalur hukum. Sejauh ini belum ada kepastian untuk apa. Kita tunggu dan siap menunggu itu," ungkapnya.
  
Sebelumnya puluhan massa SADIS melakukan unjuk rasa digedung DPRD Tanjungbalai dengan tuntutan agar Dewan Kehormatan DPRD meninjau ulang proses PAW oknum anggota dewan dari Partai Golkar bernitial 'MS'.
  
Pihak kepolisian juga diminta mengusut tuntas dugaan penggunaan Ijazah palsu oleh 'MS' dan mendesak aparat hukum membentuk Tim Investigasi terkait pengembalian seluruh gaji selama 'MS' menjadi anggota dewan dengan menggunakan Ijazah palsu.
  
Unjuk rasa mahasiswa ini mendapat pengawalan ketat personil kepolisian Polres Tanjungbalai. Bahkan situasi sempat memanas dengan aksi saling dorong ketika pengunjuk rasa berupaya masuk ke gedung dewan.

Pewarta: Yan Aswika

Editor : Juraidi


COPYRIGHT © ANTARA News Sumatera Utara 2018