Medan, 13/10 (Antara) - Kementerian Pariwisata (Kemenpar) sedang menyiapkan "master plan" Geopark Kaldera Toba (GKT) untuk bisa mempercepat peningkatan jumlah kunjungan wisatawan.


"Pembuatan "master plan" GKT juga untuk kepentingan bangsa karena Danau Toba sudah ditetapkan sebagai salah satu kawasan pariwisata nasional," ujar Kabid Amenitas Pariwisata, Kementerian Pariwisata, Bambang Cahyo Murdoko di Medan, Jumat.


Dia mengatakan itu dalam pertemuan soal GKT bersama jajaran terkait di Sumut.


Danau Toba sendiri, ujar Bambang diharapkan Presiden Joko Widodo memberi kontribusi penyumbang wisatawan mancanegera bagi nasional yang ditargetkan sebanyak 20 juta.


Oleh karena harapan pemerintah begitu besar dengan Danau Toba sebagai penyumbang wisman, Danau Toba itu diharapkan bisa segera masuk dalam UNESCO Global Geopark (UGG).


Dengan masuk UGG, promosi Danau Toba bisa lebih luas.


Wakil Gubernur Sumut, Nurhajizah Marpaung, mengatakan, Pemprov Sumut sedang berupaya untuk memenuhi lima rekomendasi yang disyaratkan UNESCO agar GKT bisa masuk dalam UGG.


Lima rekomendasi UNESCO yang harus dipenuhi yakni aktivitas edukasi terpadu pada masing-masing geosite, panel edukasi, strategi promosi dan pemasaran tertulis, aktivitas geopark (pembenahan sarana dan prasarana di GKT) serta pengembangan strategi wisata budaya.


Beberapa rekomendasi sudah dipenuhi dan sebagian masih ada yang dalam proses seperti pembenahan sarana antara lain gapura dan kamar mandi.


Begitu juga untuk pembangunan taman bunga di Humbang Hasundutan dan Tapanuli Utara yang lahannya masih dalam proses "clean and clear".


"Lima syarat itu harus bisa dipenuhi. Persyaratan GKT termasuk sedikit dibandingkan geopark lainnya seperti Rinjani dan Gunung Batur yang harus memenuhi 10 hingga 20 rekomendasi," ujarnya.


Nurhajizah yang juga Ketua Percepatan GKT itu mengakui ada kelambatan Sumut untuk melaksanakan lima rekomendasi itu atau sudah dua tahun.


"Baru Juni lalu, saya ditugaskkan Gubernur Sumut HT Erry Nuradi dan Menko Kemaritiman untuk mengambil alih percepatan GKT,� ujar Nurhajizah.


Master plan GKT sendiri, katanya, diharapkan dapat mempercepat GKT masuk menjadi UGG.


Nurhajizah menjelaskan, laporan GKT untuk UNESCO sudah selesai.


Dewasa ini, katanya, Pemprov Sumut berupaya untuk melakukan pembangunan yang direkomendasi UNESCO, seperti pemenuhan panel informasi untuk 16 geosite, pembangunan gapura hingga pembangunan kamar mandi berstandar internasional pada masing-masing geosite. ***1***


(T.E016/B/B012/B012) 13-10-2017 22:31:24

Pewarta: Evalisa

Editor : Juraidi


COPYRIGHT © ANTARA News Sumatera Utara 2017