Medan, 27/7 (Antara) - Langkah Presiden Joko Widodo mengangkat Sri Mulyani Indrawati sebagai Menteri Keuangan dan menggeser Bambang PS Brodjonegoro ke Bappenas merupakan langkah tepat untuk mempercepat pemulihan ekonomi Indonesia.

"Sri Mulyani memiliki reputasi baik dan bahkan memiliki pengaruh besar karena dipercaya di pasar dalam dan luar negeri sehingga sangat tepat duduk sebagai Menkeu (Menteri Keuangan)," ujar pengamat ekonomi Sumatera Utara, Wahyu Ario Pratomo di Medan, Rabu.

Sri Mulyani yang sebelumnya berkiprah di World Bank juga dinilai semakin memberi respon positif dari negara asing.

Apalagi, kata Wahyu yang Dosen Fakultas Ekonomi Universitas Sumatera Utara (USU) itu, Sri Mulyani telah terbukti mendorong kekuatan ekonomi Indonesia antara lain mendorong penjualan obligasi pemerintah dengan tujuan untuk tidak tergantung dari utang luar negeri.

Sementara, kata dia, penggeseran Bambang PS Brodjonegoro ke Bappenas juga sangat tepat.

"Bambang yang mantan Menkeu itu cocok di Bappenas karena keahliannya memang ekonomi regional," katanya.

Wahyu menegaskan, dengan adanya Bambang di Bappenas, maka perencanaan pembangunan akan semakin baik dan terarah.

Bambang, ujar Wajyu diyakini memahami bagaimana penyusunan perencanaan pembangunan dengan baik.

"Penyusunan perencanaan pembanguanan dengan baik dipastikan juga akan mempercepat pemuliham ekonomi Indonesia.Sehingga penempatan Rini dan Bambang itu dinilai akan sangat baik untuk percepatan perekonomian nasional," katanya.

Meski keduanya bagus, kata dia, pemerintah di bawah kepemimpinan Presiden Joko Widodo masih tetap perlu kerja keras membangun Indonesia ke depannya.

Alasan Wahyu, karena selain Menkeu dan Kepala Bappenas, sejumlah menteri baru lainnya masih diragukan penempatannya alias tidka tepat.

"Penempatan yang tidak tepat itu menunjukkan adanya kecenderungan Presiden Joko Widodo mengakomdir kepentingan politik," katanya.

Wahyu menegaskan, ada berapa menteri yang penempatannya dinilai bukan orang yang tepat dan itu bisa mengganggu kinerja Kabinet Kerja secara keseluruhan. 

Pewarta: Evalisa Siregar

Editor : Fai


COPYRIGHT © ANTARA News Sumatera Utara 2016