Medan, 25/1 (Antara) - Beras asal Jawa Timur sebanyak 3.250 ton sudah memasuki dan memperkuat stok bahan pangan utama Sumatera Utara hingga untuk kebutuhan atau alokasi hampir lima bulan ke depan.
"Beras 3.250 ton itu sebagian dari rencana alokasi 8.000 ton.Berasnya sudah masuk Jumat lalu dan sedang proses bongkar untuk masuk ke gudang Bulog," ujar Humas Perum Bulog Sumut, Rudy Adlyn di Medan, Senin.
Menurut dia, beras "public service obligation" atau PSO dari Jatim itu merupakan pasokan pertama kali untuk di tahun 2016.
"Diyakini, beras PSO akan masuk lagi untuk memperkuat stok di luar adanya rencana pembelian beras petani atau perusahaan penggilingan padi," ujar Rudy.
Stok beras yang memadai itu, bukan hanya akan memperlancar penyaluran beras untuk masyarakat sejahtera (rastra), tetapi juga menimbulkan keleluasaan Bulog Sumut untuk terus melakukan operasi pasar (OP) beras di pasar tradisional.
OP bertujuan untuk meredam gejolak harga yang terjadi sejak akhir tahun 2015 saat mendekati Natal dan tahun baru 2016.
"OP beras merupakan instruksi Presiden untuk mengendalikan lonjakan harga yang sedang terjadi di pasar," katanya.
Pelaksana tuga Gubernur Sumut H T Erry Nuradi mengaku sudah meminta semua jajaran agar mampu menekan angka inflasi mulai Januari dan sepanjang tahun 2016.
Alasan dia, selain untuk melindungi masyarakat dari lonjakan harga di pasar, penekanan inflasi dimaksudkan untuk membantu mendorong perekonomian Sumut yang tahun ini menargetkan bisa mecapai 5,69 persen.
"Pertumbuhan ekonomi harus terus ditingkatkan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan pembangunan Sumut," katanya.***3***
Triono Subagyo
(T.E016/B/T013/T013) 25-01-2016 14:48:28
COPYRIGHT © ANTARA News Sumatera Utara 2016
"Beras 3.250 ton itu sebagian dari rencana alokasi 8.000 ton.Berasnya sudah masuk Jumat lalu dan sedang proses bongkar untuk masuk ke gudang Bulog," ujar Humas Perum Bulog Sumut, Rudy Adlyn di Medan, Senin.
Menurut dia, beras "public service obligation" atau PSO dari Jatim itu merupakan pasokan pertama kali untuk di tahun 2016.
"Diyakini, beras PSO akan masuk lagi untuk memperkuat stok di luar adanya rencana pembelian beras petani atau perusahaan penggilingan padi," ujar Rudy.
Stok beras yang memadai itu, bukan hanya akan memperlancar penyaluran beras untuk masyarakat sejahtera (rastra), tetapi juga menimbulkan keleluasaan Bulog Sumut untuk terus melakukan operasi pasar (OP) beras di pasar tradisional.
OP bertujuan untuk meredam gejolak harga yang terjadi sejak akhir tahun 2015 saat mendekati Natal dan tahun baru 2016.
"OP beras merupakan instruksi Presiden untuk mengendalikan lonjakan harga yang sedang terjadi di pasar," katanya.
Pelaksana tuga Gubernur Sumut H T Erry Nuradi mengaku sudah meminta semua jajaran agar mampu menekan angka inflasi mulai Januari dan sepanjang tahun 2016.
Alasan dia, selain untuk melindungi masyarakat dari lonjakan harga di pasar, penekanan inflasi dimaksudkan untuk membantu mendorong perekonomian Sumut yang tahun ini menargetkan bisa mecapai 5,69 persen.
"Pertumbuhan ekonomi harus terus ditingkatkan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan pembangunan Sumut," katanya.***3***
Triono Subagyo
(T.E016/B/T013/T013) 25-01-2016 14:48:28
Editor : Juraidi
COPYRIGHT © ANTARA News Sumatera Utara 2016