Oeh Evalisa Siregar



Medan, 24/6 (Antara) - Pemerintah Provinsi Sumatera Utara berencana menjadikan Pameran dan Pasar Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) menjadi agenda rutin setiap tahunnya guna membantu mempromosikan dan meningkatkan volume penjualan pengusaha koperasi dan UMKM tersebut.

"Pameran tahunan diharapkan bisa menjadi motivasi kepada UMKM untuk bisa menjadi lebih baik sehingga otomatis semakin membantu pemerintah dalam menumbuhkan perekonomian," kata Gubernur Sumut H Gatot Pujo Nugroho di Medan, Senin.

Dia mengatakan itu pada pembukaan Pameran dan Pasar UMKM di Gedung Serba Guna Sumut di kawasan Jalan Pancing, Medan yang pagelarannya dilaksanakan disela kegiatan Senior Oficials Meeting (SOM) II APEC yang dimulai 22 Juni hingga 6 Juli 2013 .

Pameran yang berlangsung dari 24 Juni hingga 30 Juni 2013 itu diikuti perajin berbagai produk mulai sepatu, tenunan hingga hasil kerjainan "handycraft" sepert lampu hias dari hasil limbah dengan total 292 stan
Selain hasil kerajinan Sumut, pameran itu juga diikuti koperasi/UMKM dari daerah lain seperti DKI Jakarta,Jawa Tengah, Jawa Timur, Yogyakarta, Nusa Tenggara Barat dan Kalimantan Selatan.

Gubernur menjelaskan, jumlah koperasi dan UMKM yang ada di Sumut hingga Desember 2012 masing-masing sebanyak 11.349 unit koperasi, 1.453.064 usaha mikro, 698.665 usaha kecil dan 136.575 usaha menegah.

"Pemerintah terus mendorong agar jumlah koperasi dan UMKM itu terus bertambah dan bahkan tumbuh menjadi ke usaha yang lebih besar seperti bisa ekspor," katanya.

Selain bisa meningkatkan kesejahteraan perajin, kata dia, bertambahnya jumlah dan volume usaha koperasi dan UMKM akan membantu pemerintah dalam banyak hal seperti bisa menambah terbukanya lowongan pekerjaan dan bergeraknya sektor riil sehingga semuanya menambah pertumbuhan ekonomi.

Kepala Dinas Koperasi dan UKM Sumut, Masri, menjelaskan, selain untuk membantu koperasi dan UMKM mempromosikan dan meningkatkan penjualan, pameran dimaksudkan untuk menarik minat masyarakat semakin mencintai produk lokal dan dalam negeri.

Dengan kuatnya rasa cinta produk dalam negeri, maka pasar Indonesia tidak digempur produk asing dan kesejahteraan pengusaha koperasi dan UMKM semakin meningkat.

"Mudah-mudahan, saat delegasi SOM III APEC yang sedang ada di Medan dan akan diajak melihat pameran, semakin mempromsoikan produk koperasi dan UMKM itu ke pasar internasional," kata Masri.

Pewarta:

Editor :


COPYRIGHT © ANTARA News Sumatera Utara 2013