Jakarta, 7/6 (Antara) - Direktur Eksekutif Greenpeace Internasional Kumi Naidoo mengatakan pihaknya mendukung berbagai langkah Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dalam melakukan perlindungan kenaekaragaman hayati di Indonesia.

"Presiden (SBY) juga harus mendapatkan ucapan selamat atas kemajuan yang telah terjadi selama pemerintahannya. Kemajuan yang membawa perlindungan pda hutan sejak pertemuan pertama kami pada tahun lalu," katanya di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, Jumat.

Hal itu diungkapkannya seiring dengan peninjauan Presiden Yudhoyono ke atas kapal milik Greenpeace, Rainbow Warrior yang tengah merapat di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta.

Menurut dia, pekerjaan rumah untuk terus melestarikan lingkungan belumlah usai, namun demikian, pihaknya mengapresiasi atas berbagai langkah presiden tersebut.

"Tentu masih ada pekerjaan rumah krusial yang harus diselesaikan, dan kami di Greenpeace memberi dukungan penuh komitmen pemerintah untuk mewujudkan hutan tanpa deforestasi," lanjutnya,
Ia menambahkan dirinya berharap, Presiden terus memberikan dukungan dan ruang bagi pertumbuhan masyarakat sipil yang kuat dan dinamis dalam rangka melindungi lingkungan sehingga memastikan masa depan yang lebih baik.

"Hanya dengan itulah kita dapat memastikan tercapainya kemajuan dalam mewujudkan masa depan hijau di Indonesia sebagaimana visi Presiden Yudhoyono," katanya.

Sementara itu, pada Jumat pagi, Presiden melakukan kunjungan ke Kapal Rainbow Warrior III yang dioperasikan para aktivis Greenpeace. Ini merupakan salah satu dari tiga kapal Greenpeace.

Kapal tersebut merupakan reinkarnasi dari kapal dengan nama yang sama sebelumnya. Rainbow Wariror I merupakan kapal paling dikenal, setelah dibom dan ditenggelamkan di pelabuhan Auckland, Selandia Baru, pada 10 Juli 1985, saat menentang percobaan nuklir Prancis yang dilakukan di Pulau Muroroa, sekitar Polynesia.

Untuk menggantikannya, Greenpeace mengoperasikan Kapal Rainbow Warior II pada 1989 dan diistirahatkan pada 2011. Rainbow Warior II telah mengunjungi Indonesia tiga kali pada 2004, 2005 dan 2007. Rainbow Warrior pernah ditolak masuk perairan Indonesia pada 2010.(M041)

Pewarta: Muhammad Arief Iskandar

Editor :


COPYRIGHT © ANTARA News Sumatera Utara 2013