"Momentum MTQ ini hendaknya memberikan pengaruh yang positif," kata Haji Ngogesa Sitepu di Bahorok, Kamis.
Pengaruh positif itu bukan hanya pada peserta atau qori dan qoriah akan tetapi juga terhadap warga masyarakat Muslim untuk lebih mencintai membaca serta menghayati makna dan isi kandungan Al Quran, serta dapat mengamalkan nilai-nilai yang terkandung di dalamnya, katanya.
"Acara MTQ ini kiranya dapat memberi nilai tambah bagi perubahan sikap, mental, akhlak dan kepribadian," pintanya.
Ngogesa juga mengatakan bahwa kegiatan tersebut menjadi satu di antara filter dari pesatnya pengaruh budaya bernuansa barat yang sebahagian tidak sesuai dengan tatanan kehidupan budaya timur akhir-akhir ini.
Lebih lanjut diuraikan kegiatan itu sejalan dan merupakan bagian penjabaran visi terwujudnya masyarakat Langkat yang religius.
Pada kesempatan itu Ngogesa membantu dana transportasi bagi 48 official yang masing-masing akan menerima sebesar Rp. 200.000, kemudian cenderahati bagi seluruh official, dewan hakim, peserta dan pemilik tempat pemondokan bagi peserta yang berjumlah 1.240 helai kain sarung.
Qori terbaik juara MTQ nantinya orang tuanya akan diberangkat menunaikan ibadah umroh, karena dinilai telah memiliki andil besar sehingga mampu membina putra-putrinya menjadi yang terbaik.
Secara terpisah Surya Djahisa, selaku ketua panitia menjelaskan MTQ ke-46 Langkat ini berlangsung selama empat hari sejak tanggal 27 s/d 3 Maret 2013, yang diikuti oleh seluruh kontingen dari 23 Kecamatan se kabupaten Langkat.
Sedangkan cabang yang diperlombakan di antaranya cabang tilawah tingkat anak-anak, dewasa dan remaja, cabang Hifzil Quran satu juz, lima juz, 10 juz, 20 juz, dan 30 juz, cabang Tartil Quran, cabang Fahmil Quran, cabang Syahril Qur¿an dan cabang Khattil Quran.
Sedangkan untuk FSN diikuti oleh 31 grup nasyid putra dan putri.
Kegiatan MTQ juga diwarnai dengan kegiatan bazar yang diikuti pengusaha kecil, dan pengerajin home industri setempat.
Yang menarik dari MTQ kali ini, ketika Bupati Langkat Ngogesa Sitepu, menekan bell tanda dibukannya MTQ ini, adanya replika durian raksasa, sebagai ikon dari daerah Bahorok, yang selama ini dikenal sebagai daerah penghasil durian dan tujuan wisata. ***4***
(T.KR-JRD)
:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.