Usai menghadiri pelantikan Rektor Universitas Sari Mutiara di Medan, Selasa, calon wakil gubernur Sumut RE Nainggolan mengatakan, upaya menjadikan sektor pendidikan sebagai program prioritas bukan hanya tanggung jawab pemerintah pusat saja tapi juga pemerintah daerah.
"Saya pikir, apa yang telah dilakukan oleh Yayasan Sari Mutiara merupakan sebuah upaya besar dan sumbangan nyata dalam memajukan pendidikan dan meningkatkan SDM," katanya.
Menurut Nainggolan, pengutamaan sektor pendidikan tersebut harus menjadi perhatian serius agar Indonesia memiliki SDM yang handal guna menghadapi persaingan global yang semakin berat.
Prioritas terhadap sektor pendidikan tersebut harus dilakukan secara konsisten dan berkesinambungan karena upaya menciptakan SDM yang handal bukan pekerjaan instan.
"Peningkatan SDM sebuah bangsa bukan pekerjaan instan, tetapi butuh upaya berkelanjutan dan terus menerus," kata cawagub Sumut yang didukung Partai Demokrat itu.
Pembina Yayasan Sari Mutiara yang juga Anggota DPD RI asal Sumut Parlindungan Purba mengatakan, pendirian Universitas Sari Mutiara itu merupakan pengembangan dari Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan yang selama ini bergerak di bidang pendidikan kesehatan.
Pengembangan itu dilakukan karena upaya pembangunan masyarakat bukan hanya hanya dari sektor kesehatan, melainkan ekonomi, hukum, dan sosial budaya.
"Kita memiliki visi menjadi universitas yang kompeten dan unggul di Sumatera Utara dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi modern," katanya dalam kegiatan yang dihadiri Ketua Asosiasi Perguruan Tinggi Swasta (APTISI) Sumut Bahdin Nur Tanjung dan Kordinator Kopertis Wilayah I Sumut-Aceh Prof Dian Armanto. ***4***
(T.I023/B/Z002/Z002)
:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.