"Pendidikan anak-anak jangan sampai terganggu hanya karena kebakaran," katanya saat mengunjungi korban kebakaran di Jalan Gajah Mada, Lingkungan V Kelurahan Tunggorono, Kecamatan Binjai Timur, Minggu.
Didampingi Wakil wali kota Binjai Timbas Tarigan, Gatot memberikan motivasi kepada para korban agar tabah menjalani cobaan sekaligus menyalurkan bantuan.
Pada kesempatan itu, Gatot memberikan dana bantuan kepada masing-masing keluarga."Gimana Ibu keadaannya, kalau anak-anak harus tetap sekolah, dan nanti akan didata apa keperluannya," ujar dia.
Sementara itu, Wakil wali kota Kota Binjai Timbas Tarigan langsung memberi arahan kepada warga agar secepatnya melaporkan anak-anak korban kebakaran yang masih bersekolah.
Pada kesempatan itu, Timbas juga menanyakan apakah bantuan sembako sudah mencukupi untuk para korban.
"Kalau sembilan bahan pokok (Sembako) sudah mencukupi, tapi kami mohon kiranya bapak bisa memberi bantuan bahan bangunan untuk membangun rumah yang terbakar tersebut," kata salah seorang korban kebakaran tersebut.
Sebelumnya,lima unit rumah warga di Jalan Gajah Mada, Lingkungan V, Kelurahan Tenggurono, Kecamatan Binjai Timur, ludes dilalap sijago merah, pada Sabtu (19/1) sekitar pukul 16.30 WIB.
Kelima rumah tersebut, milik Nurhayati (39), Rohana (39), Kasno (70) dan Enek (40) serta Dewi (29). Menurut sejumlah warga api diduga berasal dari rumah Enek.
Ketika itu, Enek sedang memasak makanan di rumah semi permanen miliknya. Lalu, tanpa disadarinya masakan tersebut ditinggal begitu saja, hingga membuat kompor meledak.
Karena kondisi angin yang cukup kencang, api langsung cepat merambat keseluruh bagian rumah dan menjalar ke sejumlah rumah lainnya.Hanya dalam hitungan menit, api berkobar dan menghanguskan lima rumah warga.Api baru bisa dijinakkan setelah tiga mobil pemadam kebakaran milik Pemkot Binjai turun ke lokasi kejadian.
"Saat ini, para korban kebakaran menginap di rumah tetangga dan rumah saudara mereka," kata Kepala Lingkungan setempat, bermarga Harahap.***4***
(T.M034/B/M009/M009)
:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.