Langkat, Sumut, 10/1 (ANTARA) - Seluas 157 hektare areal pertanaman padi sawah di Kabupaten Langkat Sumatera Utara diserang hama blas, kresek, tikus dan siput murbei.

"Itu hasil monitoring yang dilakukan di lapangan selama Desember 2012," kata Koordinator Pengamat Organisme Pengganggu Tanaman, Miswandi di Stabat, Kamis.

Miswandi mengungkapkan bahwa 157 hektare yang diserang hama tersebut dari luas pertanaman 78.873 hektare yang kini sudah ditanami padi oleh petani.

"Adapun serangan hama blas terluas yang menyerang tanaman padi sekitar 93 hektare, dengan intensitas serangan ringan," katanya.

Menurutnya serangan hama tersebut termasuk dalam katagori ringan, dan sudah dilakukan upaya pengendaliannya dilapangan dengan memberikan berbagai bantuan obat-obatan langsung kepada kelompok tani.

Miswandi juga mengungkapkan selain blas, serangan kepada areal pertanian petani juga ditemukan kresek seluas 6,6 hektare.

Perlakuan dilapangan juga sudah dilakukan berupa pengendalian bersama petani dengan memberikan bantuan obat-obatan.

Selain itu juga serangan ringan terjadi pada areal persawahan yang dilakukan tikus, sekitar 6,7 hektare.

"Ini sudah kita berikan bantuan obat racun tikus dengan tiran" katanya.

Miswandi mengungkapkan bahwa serangan hama lainnya dilakukan oleh siput murbei. Siput murbei menyerang pertanaman padi petani seluas 51,2 hektare, dan itu juga sudah dikendalikan.

Terhadap serangan hama ini, begitu informasi diterima pihanya langsung pengendalian dilakukan dilapangan bersama dengan petani.

"Kita bawa obat-obatan untuk pengendeliannya, mudah-mudahan hingga sekarang ini masih bisa panen petani walaupun diserang hama," ujarnya.

Padi intinya walaupun terjadi serangan hama ringan pada tanaman padi petani, hal ini tidak mengganggu panen maupun juga hasil produksi petani di Langkat.

Karena serangan hama ini hanya sedikit dari total keseluruhan pertanaman yang dilakukan seluas 78.873 hektare, katanya.***3***

(T.KR-JRD/C/B008/B008)

(T.KR-JRD/C/B008/B008) 10-01-2013 14:31:02


:

COPYRIGHT © ANTARA 2026