Medan (ANTARA) - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatera Utara (Sumut) menambahkan lima hektare lahan di lokasi proyek "waste to energy" atau pembangunan stasiun Pengolahan Sampah Menjadi Energi Listrik (PSEL) di Medan Raya.
"Ada penambahan lima hektare di TPA (tempat pemrosesan akhir) Terjun guna mendukung pembangunan PSEL Medan Raya," ucap Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Provinsi Sumut Heri Wahyudi Marpaung di Medan, Sumut, Jumat.
Menurut dia, Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) atau Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (BPLH), Kementerian Dalam Negeri bersama Badan Pengelola Investasi Danantara telah melakukan survei ke lokasi PSEL Medan Raya di TPA Terjun, Medan Marelan, Kota Medan.
Pemprov Sumut juga sudah mengirimkan surat ke KLH dukungan pembangunan PSEL Medan Raya dengan total timbunan sampah 1.700 ton/hari dari Kota Medan dan Kabupaten Deli Serdang, Sumut.
Gubernur Sumut Bobby Nasution telah menandatangani Kesepakatan Bersama Pemanfaatan Sampah Menjadi Energi Listrik bersama Wali Kota Medan Rico Waas dan Bupati Deli Serdang Asri Ludin Tambunan di Kantor Gubernur Sumut, Kamis (6/11).
"Sejumlah poin MoU (nota kesepakatan), yakni Kota Medan menjamin ketersediaan dan kontinuitas sampah 1.300 ton/hari, Deli Serdang 400 ton/hari, dan alokasi anggaran pengumpul serta pengangkutan sampah ke PSEL dari sumber APBD masing-masing," katanya.
Peraturan Presiden (Perpres) RI Nomor 109 Tahun 2025 tentang Penanganan Sampah Perkotaan Melalui Pengolahan Sampah Menjadi Energi Terbarukan Berbasis Teknologi Ramah Lingkungan.
Perpres Nomor 109 Tahun 2025 ini menggantikan Perpres Nomor 35 Tahun 2018 tentang Percepatan Pembangunan Instalasi Pengolah Sampah Menjadi Energi Listrik Berbasis Teknologi Ramah Lingkungan.
"Adapun jenis sampah yang nanti diolah, yakni sampah organik. Proyek PSEL ini dilaksanakan secara serentak di tujuh kota pada 2026," tegas Heri.
CEO Danantara Rosan Perkasa Roeslani melaporkan kepada Presiden RI Prabowo Subianto bahwa sebanyak 200 lebih investor baik dalam dan luar negeri telah menunjukkan ketertarikan membiayai proyek waste to energy atau pengolahan sampah menjadi energi.
Rosan melaporkan, proyek investasi pengolahan sampah menjadi energi di tujuh daerah di Indonesia itu akan masuk tahap lelang atau penawaran (bidding) kepada investor pada minggu depan.
"(Bidding) ini memang kita lakukan dalam beberapa batch (gelombang), karena dari kami kan menunggu kesiapan sesudah dilihat secara penuh oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan juga oleh Menko Pangan (Zulkifli Hasan). Jadi, (setelah proses itu rampung) kemudian baru diberikan kepada kami untuk bidding-nya, tendernya," kata Rosan setelah rapat terbatas di Istana Kepresidenan RI, Jakarta, Kamis (6/11).
PSEL ini akan dibangun di sebanyak 33 kota di seluruh wilayah Indonesia, dan membutuhkan investasi senilai Rp91 triliun.
Untuk tahap awal, pembangunan PSEL dilakukan di 10 kota, yakni Tangerang, Bekasi, Jakarta, Bandung, Yogyakarta, Semarang, Surabaya, Medan, Bali, dan Makassar.
PSEL yang memiliki kapasitas pengelolaan sekitar 1.000 ton sampah per hari ini, ditargetkan peletakan batu pertamanya (groundbreaking) pada Maret 2026, kata Rosan.
