Hal itu disampaikan Kordinator JPPR Kabupaten Langkat M Sholihin Nur Tarigan Tua, di Stabat, Sabtu (4/2).
Dimana Jaringan Pendidikan Pemilu untuk Rakyat (JPPR) Kabupaten Langkat siap berkolaborasi dalam pemantauan dan memberikan pendidikan politik dengan KPU Kabupaten Langkat.
"Kolaborasi dalam pemantauan dan pendidikan politik sangat membutuhkan dukungan semua pihak, terutama KPU," kata Sholihin.
"Selain sebagai pemantau, juga memberikan pendidikan politik kepada masyarakat, sehingga dapat memahami bahwa pemilu dan pemilihan serentak harus dijalankan sesuai aturan hingga menghasilkan demokrasi yang berkualitas," sambungnya.
Kolaborasi pemantauan dan pendidikan tersebut diyakini akan mewujudkan pemilu yang berkualitas, berintegritas, dan berdaulat.
Ketua KPU Kabupaten Langkat Sofian Sitepu yang diwakilkan anggota KPU Divisi Teknis Penyelenggaraan Muhammad Khair menyambut baik audiensi dan silaturrahiim yang dilaksanakan JPPR Langkat itu.
"JPPR menjadi bagian dari masyarakat yang turut andil dalam penyelenggaraan pemilu," katanya. Selain itu, menurut dia, pendidikan pemilu juga sangat penting dalam menyambut Pemilu 2024.
Wakil koordinator JPPR Langkat Mengatakan mengaca pada pemilu serentak 2019 maka di perlukan perlindungan sosial bagi penyelenggara pemilu tahun 2024 ini demi melindungi penyelenggara dari kecelakaan kerja dan santunan kematian.
Perlu didorong secara individu atau lembaga untuk kerjasama dengan lembaga penjamin sosial seperti BPJS ketenagakerjaan. Mudah-mudahan pemilu serentak kedepan menjadi lebih baik serta kualitas demokrasi di Indonesia semakin meningkat.
Pewarta: H.Imam FauziEditor : Juraidi
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.