"Pada Agustus 2022 menjadi 114,78 pada September 2022. Inflasi terjadi karena adanya peningkatan harga yang ditunjukkan oleh meningkatnya indeks kelompok pengeluaran,"Kata Kordinator Statistik Distribusi BPS Kota Sibolga, Walter Situmeang, Selasa (04/10) siang
Masih katanya, adapun peningkatan Indeks Harga Konsumen (IHK) sehingga terjadi inflasi didorong ada kelompok Pakaian dan alas kaki sebesar 0,58 persen,0,49 persen perlengkapan, peralatan dan pemeliharaan rutin rumah tangga,
"faktor pendukung inflasi lainya, Kesehatan sebesar 0,06 persenTransportasi sebesar 11,06 persen, penyediaan makanan dan minuman/restoran sebesar 0,08 persen dan perawatan pribadi dan jasa lainnya sebesar 0,92 persen," ujarnya
Walter juga menjelaskan, sedangkan kelompok pengeluaran yang mengalami deflasi yaitu kelompok Makanan, minuman dan tembakau sebesar 1,17 persen, Perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga sebesar 1,37 persen, Rekreasi, olahraga, dan budaya sebesar 2,86 persen.
"Kelompok pengeluaran yang tidak mengalami perubahan yaitu kelompok Informasi, komunikasi dan jasa keuangan; serta Pendidikan," terangnya
Pewarta: TamyEditor : Juraidi
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.