“Ini tidak dapat lagi dipasang gorong-gorong, melainkan jembatan. Mengingat jika musim hujan air mengalir di saluran deainase debitnya sangat besar, sehingga gorong-gorong tidak mampu menyalurkan air secara keseluruhan,” kata Wildan Aswan Tanjung, Minggu di Kotapinang usai meninjau lokasi jalan ambles.
Ia menyampaikan, kurang maksimalnya fungsi gorong-gorong membuat air meluap dan memicu erosi tanah di sekitar lokasi. Karenanya, perlu dibangun saluran yang lebih besar, seperti jembatan.
Wildan juga memerintahkan OPD terkait untuk segera melakukan perbaikan, sehingga akses masyarakat tidak terganggu. Menurutnya, ruas jalan itu tidak lagi cocok dibangun gorong-gorong melainkan jembatan.
Sementara warga setempat bernama Suhendri mendesak agar perbaikan segera dilakukan, sehingga akses normal kembali. Menurut dia, akibat terputusnya badan jalan warga terpaksa menggunakan jalan lain sebagai alternatif.
“Ketika awal longsor dulu Pemerintah Kabupaten hanya membuat timbunan tanah sebagai tanggul. Warga khawatir jika tidak segera diperbaiki kerusakan badan jalan tambah parah, terlebih lagi akhir-akhir ini curah hujan masih cukup tinggi,” katanya.
Camat Silangkitang, Saiful, mengakui semakin sulitnya akses warga akibat terputusnya badan jalan tersebut. Menurutnya, untuk penegndara sepeda motor saja terpaksa memanfaatkan halaman rumah warga di sekitar lokasi untuk melintas.
“Ada jalur alternatif bagi masyarakat. Hari ini alat berat sudah masuk dan akan segera dilakukan perbaikan sementara,” katanya.
Baca juga: Warga Desa Ulumahuam minta pemda perbaiki jalan ambles
Pewarta: Kurnia HamdaniEditor : Akung
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.