Smith & Nephew, sebuah perusahaan manufaktur peralatan medis multinasional Inggris, melonjak 3,29 persen, menjadi peraih keuntungan terbesar (top gainer) di antara saham-saham unggulan atau blue chips.
Diikuti oleh saham perusahaan supermarket dalam jaringan Ocado Group dan perusahaan pertambangan multinasional Anglo American, yang masing-masing meningkat 2,60 persen dan 2,34 persen.
Sementara itu, Easyjet, maskapai penerbangan berbiaya rendah Inggris, menderita kerugian paling besar (top loser) di antara saham-saham unggulan, dengan harga sahamnya kehilangan 2,10 persen.
Disusul oleh saham International Consolidated Airlines Group, sebuah perusahaan induk maskapai penerbangan multinasional Anglo-Spanyol, yang merosot 2,05 persen, serta perusahaan asuransi Hiscox turun 1,93 persen.
Pewarta: Apep SuhendarEditor : Juraidi
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.