Akibat kejadian itu, ASN yang bekerja di lingkungan Pemerintah Kabupaten Labuhanbatu itu mengalami trauma. Peristiwa naas itupun, dilaporkan korban ke Mapolres Labuhanbatu di kawasan jalan MH Thamrin, Rantauprapat.
Dalam laporan polisi bernomor : 173/111/2019/spk RES-LB, korban disebutkan mengalami kerugian material total senilai Rp5 juta. Di antaranya, tas sandang berisikan smartphone, uang tunai Rp2 juta, kartu ATM, KTP dan sejumlah material lainnya. Korban menyebutkan, peristiwa terjadi begitu cepat.
Ketika itu, korban keluar rumah sendirian mengenderai sepeda motor matic putih, bernomor polisi BK 6007 YAM. Namun, sekira 300 meter dari rumah, saat berada di depan Terminal Padang Bulan, Rantauprapat korban dipepet dua pria mengendarai sepedamotor matic berwarna hitam.
Seorang diantaranya langsung merampas tas korban. Sehingga, tali tas korban putus dan pelaku langsung kabur. "Saya merasa tidak dibuntuti. Tapi tiba-tiba ada dua pria memepet. Langsung merampas tas saya," jelasnya.
Korban merasa sedih. Sebab, uang tunai di dalam tas miliknya itu diperuntukkan beli belanja stok rumah tangga dan susu anak yang masih berusia 4 tahun dan 8 tahun. Saat ini Polres Labuhanbatu melakukan penyelidikan atas laporan tersebut.
Pewarta: Kurnia HamdaniEditor : Juraidi
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.