Rektor Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU) Dr.Agussani di Medan, rabu, mengatakan, dalam penyelenggaraan pendidikan tinggi dewasa ini, tidak cukup hanya sebatas melaksanakan proses pembelajaran klasikal semata, tapi harus ada kejelasan output yang dihasilkannya.
Dari itu, kata Agussani, UMSU berkomitmen untuk maksimal mengimplementasikan Tri Darma Perguruan Tinggi yang salahsatu pilarnya adalah bidang penelitian dan pengembangan.
Ia mengungkapkan, beberapa tahun terakhir ini UMSU telah membuktikan komitmennya, terutama dengan membuat kebijakan konkrit dan pengalokasian dana yang maksimal untuk mendukung pengembangan riset tersebut.
Bahkan sesuai amanat Majelis Dikti Litbang PP Muhammadiyah, setiap Perguruan Tinggi Muhammadiyah diwajibkan mengalokasikan anggarannya sebesar 5 persen untuk penelitian dan pengembangan.
"Maka dari itu tahun ajaran ini UMSU mengalokasikan Rp.2 miliar untuk pengembangan riset," katanya.
Atas dasar itu, kata dia, pihaknya sangat membuka diri dan antusias melakukan pelbagai bentuk kerjasama terkait pengembangan riset tersebut, termasuk dengan Balitbang Sumut dan Dewan Riset Daerah Sumut.
"Mudah-mudahan dengan jalinan kerjasama ini kita mampu bersinergi untuk membangun semangat bersama mengembangan dunia riset, khususnya di daerah yang kita cintai ini,” katanya.
Sementara Ketua Dewan Riset Daerah (DRD) Sumatera Utara Prof. Harmein Nasution mengatakan perguruan tinggi yang dikelola oleh organisasi Muhammadiyah sudah tidak perlu diragukan kredibilitas dan kualitasnya.
Ia mengungkapkan, selama ini keberadaan PTM dalam dunia pendidikan nasional cukup berperan.
"Karena itu, adalah sebuah kehormatan bagi kita bisa menjalin kerjasama ini dan kita optimis akan bisa membawa manfaat bagi kemajuan dunia penelitian di Sumatera Utara," katanya.***4***
Pewarta: JuraidiEditor : Juraidi
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.