Pada hari normal, harga daging kisaran Rp85.000-90.000, dan mulai mengalami kenaikan secara bertahap Rp10.000 per kilogram, khususnya pada H-3.
Sementara harga komoditas hasil bumi pada Ramadhan dan menjelang Idul Fitri tahun 2018, terkategori stabil, meski di antaranya naik dalam penilaian wajar.
Bawang Merah dari Rp36.000 per kilogram menjadi Rp40.000 dan bertahan dalam satu pekan ini, Cabai merah Rp20.000-Rp24.000, Cabai hijau Rp20.000, Cabai kecil Rp36.000, Tomat Rp8.000-Rp10.000.
Sejumlah kaum ibu mengaku telah memprediksi kenaikan harga daging dengan angka tersebut, yang menjadi "kebiasaan" tahunan lebih mahal Rp10.000 setiap tahunnya.
"Jadi nanti tahun depan (2019) harga daging Rp150.000," sebut Wanti (34), warga Kelurahan Sinaksak, Kecamatan Tapian Dolok, Kabupaten Simalungun.
Untuk hasil bumi, kaum ibu menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah yang telah melakukan berbagai upaya, seperti pasar murah, pemantauan harga dan penyiapan operasi pasar, sehingga harga-harga stabil.
Mereka juga tidak kesulitan mencari kebutuhan dapur, seperti beras, minyak goreng, gula cabai, kentang, tomat, bawang di Pasar Horas dan Pasar Dwikora, karena tersedia di setiap pedagang.
"Harapan kami, Pemerintah tetap konsisten melakukan langkah-langkah untuk antisipasi pasokan dan harga bahan-bahan pangan, kalaupun naik dalam batas kewajaran," kata Murniatun (45), warga Kelurahan Bah Kapul, Kecamatan Siantar Sitalasari, Pematangsiantar. ***3***
Pewarta: WaristoEditor : Juraidi
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.