Kotapinang (Antaranews Sumut) - Wakil Ketua DPRD Kabupaten Labuhanbatu Selatan, Syahdian Purba mendesak pemerintah daerah membenahi sebagian besar Badan Usaha Milik Desa atau BUMDes.

“Saya mendorong seluruh desa agar mengembangkan BUMDes bergerak pada usaha yang lebih bagus dan menjanjikan untuk kemajuan desa, bukan usaha simpan pinjam semata, seperti selama ini,” kata Syahdian Purba di Kotapinang, Jumat.

Menurut dia, pelaksanaan aktifitas itu agar lebih fokus pada usaha yang lebih menjanjikan bukan hanya berkutat pada bisnis simpan pinjam.

Sejak diterbitkan Permen Desa No.4 tahun 2015, hampir seluruh desa di Kabupaten Labuhanbatu Selatan sudah mendirikan BUMDes. 

Namun, sebagian besar masih berkutat pada usaha simpan pinjam saja.

Syahdian Purba menyampaikan, usaha simpan pinjam tidak menjanjikan dan risikonya juga sangat tinggi.

Apa lagi margin pinjamannya sangat kecil tentunya tidak begitu bermanfaat kepada masyarakat.

Pihaknya berharap, BUMDes lebih dikembangkan kepada unit usaha produksi maupun jasa, berdasarkan karakter masing-masing desa.

Menurut dia, perbankan desa itu memiliki peran sangat strategis, karena dapat bergerak pada semua sisi, apa lagi pemerintah terus meningkatkan alokasi anggaran untuk kesertaan modal desa terhadap BUMDes.

“BUMDes juga dapat menggunakan dana pemerintah maupan swasta untuk pengembangan usaha. Ini peluang yang sangat bagus untuk pengembangan potensi desa,” ujar Syahdian Purba yang juga Ketua DPC Gerindra Kabupaten Labuhanbatu Selatan ini.
 

Pewarta: Kurnia Hamdani
Editor : Juraidi

COPYRIGHT © ANTARA 2026