Panyabungan,  13/5 (Antarasumut)  - Tim penggerak Pkk kabupaten Mandailing Natal akan pentaskan drama  sejarah Multatuli pada bulan Agustus yang akan datang. 

Pementasan drama sejarah yang bekerjasama dengan Djeges Art ini nantinya akan melibatkan pemain dari tim dari Pkk kabupaten Mandailing Natal dan beberapa pemain dari Djeges Art. 

Penulis naskah,  Askolani Nasution kepada ANTARA, Sabtu  mengatakan sinopsis cerita pada drama ini nantinya akan menceritakan tokoh penting Multatuli dimasa awal kolonialisme Belanda di Indonesia. Dalam drama ini nantinya akan diceritakan penderitaan rakyat pada masa penjjahan khususnya di wilayah Mandailing dan Natal pada zaman kolonialisme Belanda. 

"Pasca perang Diponegoro pemerintah kolonial Belanda menerapkan sistem tanam paksa. Setiap penduduk waktu itu wajib menanam kopi yang sebagian hasilnya akan diserahkan kepemerintahan kolonial akibatnya menimbulkan kesengsaraan sosial bagi rakyat Mandailing waktu itu,  Ujarnya. 

Ia mengatakan,  selain itu dalam ceritanya nanti juga akan diceritakan peran seorang gadis Natal yang memperjuangkan hak-hak perempuan di wilayah Natal sebagaimana yang dilakukan RA Kartini di jawa.

"Yang kita kuatkan perannya dalam pementasan nanti adalah peran Saijah seorang gadis Natal  yang memperjuangkan hak-hak perempuan waktu itu, "sebut Askolani. 

Disebutkannya,  dalam pementasan drama ini nantinya selain melibatkan ketua TP. pkk Madina,  Ny. Ika Desika Dahlan Hasan Nasution sebagai pemain utama (tokoh Saijah) juga melibatkan para pemain dari Satpol PP Madina. 

"Ada sekitar 30 oranglah nantinya pemain yang ikut dalam pementasannya dibulan Agustus yang akan datang, " katanya. 


Pewarta: Holik
Editor : Akung

COPYRIGHT © ANTARA 2026