Sekretaris Dinas Pengendalian Penduduk dan KB Tapanuli Selatan di Sipirok, Rabu, Hamonangan, S.Sos, MM mengatakan program tersebut mengingat masih tingginya kebutuhan KB di daerah itu yang belum tidak terpenuhi
"Kebutuhan KB yang tidak terpenuhi (unmet need) mencapai 18.5% , dan itu adanya di daerah terpencil dan tertinggal,"katanya.
Untuk menurunkan unmet need tersebut dalam tahun 2017 ini Dinas Pengendalian Penduduk dan KB akan membentuk kampung Keluarga Berencana di seluruh 14 kecamatan se-Tapanuli Selatan.
"Setiap satu kecamatan nantinya akan ada satu kampung dalam memberikan pelayanan terhadap KB untuk,"tegasnya.
Penetapan kampung kampung Keluarga Berencana tersebut sudah melalui pertimbangan dan ditandatangani Bupati Syahrul M.Pasaribu lewat surat keputusan bupati.
Kampung KB itu bertujuan untuk menggiatkan pertama sosialisasi program kependudukan, keluarga berencana dan pembangunan keluarga (KKBPK).
Tambah, pelayanan KB, penguatan advokasi, informasi dan edukasi program KKBPK, pembinaan remaja dan pembangunan keluarga
Adapun Indikator penetapan kampung KB terdipilih dimana kampung atau desa yang pencapain kepesertaan KB rendah dan daerah terpencil.
"Itu sejalan dengan nawacita ke-3 pemerintahan dibawah kepemimpinan Preside RI Joko Widodo yakni membangun Indonesia dari Desa,"katanya.
Dia optimis kehadiran kampung KB unmett need bisa diturunkan sehingga dengan ber KB diharap tingkat kesejahteraan dan ekonomi masyarakat meningkat.
Pewarta: Kodir pohanEditor : Akung
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.