Aekkanopan, 11/4 (Antarasumut) - Pemkab Labuhanbatu Utara akan membentuk Satuan Tugas Pencegahan dan  Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN) di kabupaten itu. 

Karenanya Pemkab Labura melalui Badan Kesatuan Bangsa Bangsa dan Politik mengundang sejumlah stakeholder untuk persiapan pembentukan Satgas P4GN itu, Selasa sore.

"Labura akan membentuk Satgas P4GN karena peredaran narkoba sudah pada tingkat yang mengkhawatirkan dan sudah sampai ke lingkungan-lingkungan,” kata Sekdakab Labura Drs H Ahmad Fuad Lubis MSi saat memberi sambutan sebelum pertemuan dilakukan di aula utama kantor bupati.

Dikatakannya, Bupati Labura H Kharuddin Syah SE yang juga Ketua PD II FKPPI Sumut sangat konsern dan perhatian terhadap masalah narkoba. Ini dibuktikan dalam berbagai kesempatan bupati selalu mengingatkan masyarakat agar jangan sampai menjadi terjerumus pada hal-hal yang berkaitan dengan narkoba.

Hal serupa dikatakan Kepala BNNK Asahan Drs Tuangkus Harianja MM yang mengapresiasi kepedulian Bupati Labura terhadap masalah narkoba. “Pemkab Labura sudah menunjukkan komitmen dan langkah nyata dalam mengurangi dan memerangi narkoba,” katanya.

Langkah yang dilaksanakan antara lain dengan melaksanakan tes urine bagi pejabat dan aparatur sipil Negara (ASN), tenaga honorer bahkan terhadap pelajar. “Luar biasanya lagi, bagi yang positif diobati dengan pendekatan medis rehabilitasi,” ujarnya dalam acara yang dihadiri Kasat Narkoba Polres Labuhanbatu AKP Mara Junjung Siregar, para Kapolsek dan Dan Ramil se-Labura.

Mengutip ucapan bupati, Harianja menyebutkan, memerangi narkoba harga mati dan barang haram itu harus dihilangkan dari bumi Basimpul Kuat Babontuk Elok tersebut. “Kalau Satgas P4GN ini terbentuk, maka Labura merupakan satu-satunya kabupaten/kota yang belum memiliki BNN tetapi telah membentuk Satgas P4GN,” sebutnya.

Dijelaskannya, di Sumut baru empat kabupaten/kota yang telah membuat peraturan bupati/walikota tentang Satgas P4GN yaitu Langkat, Tanjungbalai, Deliserdang dan Mandailing Natal. “Padahal Presiden RI sudah berkali-kali mengingatkan Indonesia darurat narkoba. Tapi di daerah kok banyak yang adem-adem aja,” katanya dengan nada heran.

Sedangkan Kaban Kesbangpol H Endar Sakti Hasibuan SAg MM yang memimpin pertemuan itu mengharapkan masukan dari peserta yang hadir. Tujuannya agar apa yang menjadi harapan untuk memberantas dan mengurangi peredaran serta penggunaan narkoba di Labura bisa maksimal.



Pewarta: Sukardi
Editor : Juraidi

COPYRIGHT © ANTARA 2026