Kata Camat Kecamatan Batangtoru M.Yamin Batubara kepada ANTARA melalui selularnya, Selasa, sudah mulai diperbaiki dengan cara bergotong royong dengan memasang bronjong.
"Puluhan warga masyarakat desa di Batangtoru bersama sejumlah pihak Muspika, PU, PT.Agincourt Resources setempat dilibatkan dalam memperbaiki tanggul jebol sepanjang lebih kurang 30 meter itu,"katanya.
Dijelaskannya keterlibatan semua unsur untuk memperbaiki tanggul hasil dari musyawarah mereka beberapa hari lalu yang dipimpin Camat M.Yamin Batubara.
Ia mengatakan setiap desa yang terimbas banjir akibat luapan sungai terbesar di Tapanuli Selatan itu 'wajib' menerjunkan warganya minimal sepuluh orang.
"Mereka bergotong royong mulai mengumpul, mengangkat, dan menyusun batu-batu koral kedalam keranjang kawat untuk perbaikan tanggul itu yang dimulai sejak, Senin (6/2), sebutnya.
Soalnya kata dia, apabila tanggul jebol itu tidak segera diatasi dikhawatirkan air permukaan sungai Batangtoru pabila naik akan langsung meluber membanjiri area pemukiman warga sekitar.
"Kita berharap upaya sementara menunggu harapan adanya perbaikan permanen dari Pemerintah Provinsi Sumatera Utara, gotong royong dapat meminimalisir sekaligus mengantisipasi banjir,"jelasnya.
Sekedar mengingatkan jebolnya tanggul Pulo Lubang Januari 2017 sempat merendam ratusan rumah penduduk yang berada di tiga Kecamatan Batangtoru dan Muara Batangtoru, serta Angkola Sangkunur, Kabupaten Tapanuli Selatan.
Pewarta: Kodir PohanEditor : Akung
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.