Demikian Jalal,53, tokoh masyarakat Kelurahan Rianiate, Kecamatan Angkola Sangkunur kepada Antarasumut, Jumat.
Ia mengatakan akibat luapan sungai Batangtoru lingkungan I,II, dan III Kelurahan Rianiate itu mulai dikepung air mencapai ketinggian air 50 centimeter.
"Sejak pukul 10.00 Wib tadi air di wilayah ini sudah mulai naik mencapai lima puluh centimeter," uajrnya kepada Antarasumut lewat selularnya.
Meski demikian kata dia, puluhan penduduk yang berdiam diwilayah itu masih tetap bertahan, dengan harapan air kembali turun.
"Wilayah ini memang sudah menjadi langganan banjir setiap tahunnya apalagi disaat musim penghujan, seperti terjadi Desember 2016 lalu,"katanya.
Kepala Pelaksana BPBD Tapanuli Selatan Ahmad Ibrahim Lubis mengatakan tingginya intensitas hujan dua hari belakangan salah satu penyebab meluapnya sungai Batangtoru.
"Sejak dua hari belakangan curah hujan di wilayah Tapsel secara umum cukup tinggi," katanya.
Meskipun demikian pihaknya BPBD dan relawan yang ada di daerah itu tetap memonitoring kondisi peristiwa yang telah menjebol tanggul, merendam puluhan rumah dua Kecamatan dan merendam 5 hektare areal persawahan tersebut.
"Sejak kemarin sejumlah pihak dari Pemkab Tapsel dibantu relawan sudah turun kelokasi kejadian tersebut," katanya.
"Kita juga berharap intensitas hujan bisa menurun agar kejadian banjir seperti ini tidak terulang,"katanya.
(Antarasumut/Kodir)
Powered by Telkomsel BlackBerry®
Pewarta: Kodir PohanEditor : Akung
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.