Medan, 26/12 (Antarasumut)- Gubernur Sumatera Utara HT Erry Nuradi optimistis realisasi pendapatan pemerintah provinsi itu di atas target P-APBD 2016 sebesar Rp10,05 triliun.
"Pendapatan masih ` on the track``. Mudah-mudahan di atas target dari P-APBD sebesar Rp10, 05 triliun," ujar Erry di Medan, Senin.
Keoptimisan itu, kata dia semakin kuat setelah berdialog dengan seluruh satuan kerja perangkat daerah (SKPD) terkait penyerapan anggaran di Medan, Jumat lalu.
Dia menjelaskan pendapatan yang tercatat di P-APBD sebesar Rp10,055 triliun mengalami penambahan Rp81,539 miliar atau 20,82 persen dari APBD murni tahun 2016 sebesar Rp9,973 triliun.
Adapun belanja pada P-APBD 2016 sebesar Rp10,180 triliun mengalami penambahan Rp229,609 miliar atau 2,31 persen dari belanja pada APBD murni 2016 sebesar Rp9,950 triliun.
Pendapatan pada P-APBD 2016 terdiri dari PAD (Pendapatan Asli Daerah) sebesar Rp4,691 miliar dimana bertambah Rp61,025 miliar atau 1,32 persen dari PAD murni Rp4,630 triliun.
Dana perimbangan Rp5,102 triliun mengalami pertambahan sebesar Rp2,809 miliar atau 124,51 persen dari dana perimbangan di-APBD murni 2016 sebesar Rp2,272 triliun.
Kemudian dari lain-lain pendapatan yang sah sebesar Rp261,572 miliar berupa pendapatan hibah sebesar Rp221,905 miliar, dana penyesesuaian dan otonomi khusus Rp39,666 miliar.
Sementara pendapatan lain-lainnya yang sah pada APBD murni 2016 mencapai Rp3,070 triliun.
Untuk belanja pada P-APBD 2016 terdiri dari belanja tidak langsung sebesar Rp7,335 triliun bertambah Rp275,657 miliar atau 3,90 persen dari APBD murni Rp7,059 triliun.
Belanja langsung hanya Rp2,845 triliun lebih menurun Rp46,047 miliar atau 1,59 persen dari belanja langsung di-APBD murni 2016 sebesar Rp2,891 triliun lebih.
Selain peraihan pendapatan, Erry juga optimistis bahwa serapan anggaran bisa sesuai alokasi.
Meskipun, kata dia dewasa ini serapan masih tercatat sekitar 83 persen.
"Penyerapan anggaran memang masih 83 persen. Tapi masih ada sisa waktu beberapa hari lagi dan diharapkan ada beberapa proyek yang selesai dibayar," ujar gubernur.
Erry menyebutkan salah satu penyebab masih belum maksimalnya serapan karena adanya sisa tender akibat banyaknya tender yang "fight".
"Terlepas dari pendapatan dan serapan anggaran yang belum optimal, sejauh ini keuangan Pemprov Sumut masih mencukupi untuk membayar seluruh tagihan yang ada," katanya.

Pewarta: Evalisa Siregar
Editor : Tengku Amri

COPYRIGHT © ANTARA 2026