Binjai, Sumut, 2/12 (Antara) - Gubernur Tengku Erry Nuradi melakukan launching Binjai Smart City Binjai yang merupakan kota pertama di Provinsi Sumatera Utara yang menerapkan aplikasi  e-gov, di Binjai, Jumat.

Soft launching Binjai Smart City tersebut ditandai dengan penekanan tombol sirene secara bersama Gubernur didampingi Wali kota Binjai Muhammad Idaham, ketua tim koordinasi supervisi     pencegahan dan penindakan (Korsupgahdak) Komisi Pemberantasan Korupsi Adlinsyah Nasution, general manager Telkom  Witel Medan Muhammad Sibli, direktur Politeknik Negeri Medan Muhammad Syahruddin dan jajaran Forum Komunikasi Pimpinan Daerah.

Pada acara tersebut juga dilaksanakan penandatanganan komitmen bersama antara Pemko Binjai dengan Politeknik  Negeri Medan dan PT Telekomunikasi Indonesia Tbk Divisi  Regional I Sumatera  Witel Medan tentang pembangunan Binjai Smart City.

Gubernur Erry Nuradi menyampaikan ucapan selamat dan mengapresiasi Kota Binjai sebagai Kota pertama dari 33 kabupaten-kota di Sumatera Utara yang telah menerapkan smart city.    

Ia juga berharap suatu saat nanti orang tidak lagi pergi ke Surabaya untuk study banding  tentang smart city tapi datang saja ke Binjai.

 "Saya berharap kabupaten dan kota lainnya di provinsi ini bisa melaksanakan seperti yang dilakukan daerah ini,"katanya.  

 Erry NUradi juga menyampaikan banyaknya orang yang ditangkap oleh KPK menunjukkan ada sistem yang salah. Karena itu sistem harus diperbaiki dengan membuatnya secara elektronik   sehingga akan mengurangi terjadinya Kolusi Korupsi Nepotisme (KKN) .    

Wali kota Muhammad Idaham mengatakan soft launching Binjai Smart City ini menjadi babak baru bagi terciptanya peningkatan pelayanan publik yang lebih berkualitas kepada masyarakat dan dunia usaha di daerah itu yakni pelayanan yang lebih modern dengan sistem yang lebih akuntabel, transparan, demokratis dan lebih interaktif.

Menurutnya ada lima aplikasi yang dilaunching  yaitu e-musrenbang, e-budgeting, e-sippadu, e-appointment dan  e-masyarakat.  

Dimana aplikasi  e-musrenbang dan e- budgeting merupakan hasil MoU dengan Pemko Surabaya.  Sedangkan  e–sippadu, e-appoinment dan e-masyarakat dibangun sendiri oleh Pemko Binjai.

Kesemuanya diharapkan dapat diaplikasikan dan terintegrasi di semua SKPD pada bulan Februari 2017 mendatang, katanya.

Untuk itu pihaknya menyampaikan terimakasih kepada KPK atas dukungan dalam penerapan e-gov di Binjai.

"Atas dorongan KPK dalam waktu dua bulan Kota Binjai dapat melaksanakan soft launching  untuk lima aplikasi tersebut," ungkapnya.

Untuk itu pemerintah Kota Binjai akan terus menambah  dan menyempurnakan beberapa aplikasi e-gov sesuai master plan pembangunan  smart city  Kota Binjai Tahun 2016-2021. 

Beberapa aplikasi yang akan diupayakan adalah bidang kepegawaian, kesehatan, lalu lintas, pendidikan, ekonomi dan lainnya yang langsung menyentuh kebutuhan publik, katanya.


Pewarta: Imam Fauzi
Editor : Akung

COPYRIGHT © ANTARA 2026