Soft launching Binjai Smart City tersebut ditandai dengan penekanan tombol sirene secara bersama Gubernur didampingi Wali kota Binjai Muhammad Idaham, ketua tim koordinasi supervisi pencegahan dan penindakan (Korsupgahdak) Komisi Pemberantasan Korupsi Adlinsyah Nasution, general manager Telkom Witel Medan Muhammad Sibli, direktur Politeknik Negeri Medan Muhammad Syahruddin dan jajaran Forum Komunikasi Pimpinan Daerah.
Pada acara tersebut juga dilaksanakan penandatanganan komitmen bersama antara Pemko Binjai dengan Politeknik Negeri Medan dan PT Telekomunikasi Indonesia Tbk Divisi Regional I Sumatera Witel Medan tentang pembangunan Binjai Smart City.
Gubernur Erry Nuradi menyampaikan ucapan selamat dan mengapresiasi Kota Binjai sebagai Kota pertama dari 33 kabupaten-kota di Sumatera Utara yang telah menerapkan smart city.
Ia juga berharap suatu saat nanti orang tidak lagi pergi ke Surabaya untuk study banding tentang smart city tapi datang saja ke Binjai.
"Saya berharap kabupaten dan kota lainnya di provinsi ini bisa melaksanakan seperti yang dilakukan daerah ini,"katanya.
Erry NUradi juga menyampaikan banyaknya orang yang ditangkap oleh KPK menunjukkan ada sistem yang salah. Karena itu sistem harus diperbaiki dengan membuatnya secara elektronik sehingga akan mengurangi terjadinya Kolusi Korupsi Nepotisme (KKN) .
Wali kota Muhammad Idaham mengatakan soft launching Binjai Smart City ini menjadi babak baru bagi terciptanya peningkatan pelayanan publik yang lebih berkualitas kepada masyarakat dan dunia usaha di daerah itu yakni pelayanan yang lebih modern dengan sistem yang lebih akuntabel, transparan, demokratis dan lebih interaktif.
Menurutnya ada lima aplikasi yang dilaunching yaitu e-musrenbang, e-budgeting, e-sippadu, e-appointment dan e-masyarakat.
Dimana aplikasi e-musrenbang dan e- budgeting merupakan hasil MoU dengan Pemko Surabaya. Sedangkan e–sippadu, e-appoinment dan e-masyarakat dibangun sendiri oleh Pemko Binjai.
Kesemuanya diharapkan dapat diaplikasikan dan terintegrasi di semua SKPD pada bulan Februari 2017 mendatang, katanya.
Gubernur Erry Nuradi menyampaikan ucapan selamat dan mengapresiasi Kota Binjai sebagai Kota pertama dari 33 kabupaten-kota di Sumatera Utara yang telah menerapkan smart city.
Ia juga berharap suatu saat nanti orang tidak lagi pergi ke Surabaya untuk study banding tentang smart city tapi datang saja ke Binjai.
"Saya berharap kabupaten dan kota lainnya di provinsi ini bisa melaksanakan seperti yang dilakukan daerah ini,"katanya.
Erry NUradi juga menyampaikan banyaknya orang yang ditangkap oleh KPK menunjukkan ada sistem yang salah. Karena itu sistem harus diperbaiki dengan membuatnya secara elektronik sehingga akan mengurangi terjadinya Kolusi Korupsi Nepotisme (KKN) .
Wali kota Muhammad Idaham mengatakan soft launching Binjai Smart City ini menjadi babak baru bagi terciptanya peningkatan pelayanan publik yang lebih berkualitas kepada masyarakat dan dunia usaha di daerah itu yakni pelayanan yang lebih modern dengan sistem yang lebih akuntabel, transparan, demokratis dan lebih interaktif.
Menurutnya ada lima aplikasi yang dilaunching yaitu e-musrenbang, e-budgeting, e-sippadu, e-appointment dan e-masyarakat.
Dimana aplikasi e-musrenbang dan e- budgeting merupakan hasil MoU dengan Pemko Surabaya. Sedangkan e–sippadu, e-appoinment dan e-masyarakat dibangun sendiri oleh Pemko Binjai.
Kesemuanya diharapkan dapat diaplikasikan dan terintegrasi di semua SKPD pada bulan Februari 2017 mendatang, katanya.
Untuk itu pihaknya menyampaikan terimakasih kepada KPK atas dukungan dalam penerapan e-gov di Binjai.
"Atas dorongan KPK dalam waktu dua bulan Kota Binjai dapat melaksanakan soft launching untuk lima aplikasi tersebut," ungkapnya.
Untuk itu pemerintah Kota Binjai akan terus menambah dan menyempurnakan beberapa aplikasi e-gov sesuai master plan pembangunan smart city Kota Binjai Tahun 2016-2021.
Beberapa aplikasi yang akan diupayakan adalah bidang kepegawaian, kesehatan, lalu lintas, pendidikan, ekonomi dan lainnya yang langsung menyentuh kebutuhan publik, katanya.
"Atas dorongan KPK dalam waktu dua bulan Kota Binjai dapat melaksanakan soft launching untuk lima aplikasi tersebut," ungkapnya.
Untuk itu pemerintah Kota Binjai akan terus menambah dan menyempurnakan beberapa aplikasi e-gov sesuai master plan pembangunan smart city Kota Binjai Tahun 2016-2021.
Beberapa aplikasi yang akan diupayakan adalah bidang kepegawaian, kesehatan, lalu lintas, pendidikan, ekonomi dan lainnya yang langsung menyentuh kebutuhan publik, katanya.
Pewarta: Imam FauziEditor : Akung
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.