"Hari ini Rp90.000 per kilogram, yang biasanya Rp25.000 sampai Rp30.000," kata Maria br Sinaga (27 tahun), warga Kecamatan Pangururan, Kamis.
     Samosir, 17/11 (Antarasumut) - Harga cabai merah di pasaran pusat perbelanjaan tradisional di Kabupaten Samosir pada pertengahan November 2016 masih tinggi.
     "Hari ini Rp90.000 per kilogram, yang biasanya Rp25.000 sampai Rp30.000," kata Maria br Sinaga (27 tahun), warga Kecamatan Pangururan, Kamis.
     Ibu satu anak itu mengaku kewalahan dengan bertahannya harga cabai merah, karena berdampak pada tingkat pengeluaran keluarga.
     Sementara mereka satu keluarga suka dengan rasa pedas, dan tidak akan makan masakan yang rasa pedasnya itu berkurang.
     Seorang pedagang di Pasar Pangururan,  B br Naibaho (47 tahun), mengaku membeli dari para agen pengumpul hasil bumi dan petani dengan harga yang mahal.
      "Sedikitnya aku mengambil untung, memang udah naik dari mereka," kata warga Lumban Suhi-suhi itu.
     Menurut sejumlah pelaku usaha, kenaikan harga cabai merah di Samosir mengikuti harga di berbagai daerah yang terus meningkat.
      L Sitanggang menilai, musim kemarau yang panjang dan erupsi Gunung Sinabung di daerah penghasil utama cabai merah, mempengaruhi harga tersebut.
     Hasil panen petani cabai merah yang kurang bagus itu pun tidak mencukupi kebutuhan masyarakat di daerah konsumen, sehingga pihak agen berani bermain harga.
     "Solusinya pemerintah melakukan operasi pasar dengan mendatangkan persediaan cabai merah dari daerah luar," kata L Sitanggang.


 



Pewarta: Waristo
Editor : Juraidi

COPYRIGHT © ANTARA 2026