Kota Binjai sekarang dibawah kepemimpinan duet Muhammad Idaham-Timbas Tarigan diharapkan dapat terus berkembang dengan pesat, karena kota ini merupakan kawasan yang sangat strategis bagi perkembangan ekonomi kedepan. Apalagi berbagai proyek besar juga sudah bermunculan dikawasan ini. Selain itu Binjai juga mennjadi incaran para investor baik dari Langkat, Deli Serdang, Medan maupun Aceh.

Potensi ini sungguh sangat menarik dengan luas 90,23 kilometer2 dengan lima kecamatan yang ada yaitu Binjai Kota, Binjai Barat, Binjai Timur, Binjai Utara, Binjai Selatan serta 37 kelurahan didalamnya tentu potensinya harus bisa dikembangkan untuk memberikan kesejahteraan bagi warga disana.

"Duet Idaham-Timbas Tarigan tentu dituntut untuk bisa mewujudkan Binjai menjadi kota yang smart city dengan potensi sumber daya manusianya yang andal dan berkualitas guna mewujudkan pembangunan yang sudah dituangkan dalam visi dan misi 2016-2021 mendatang". 

Sumber daya manusia yang berkualitas itu diharapkan akan mampu mengelola berbagai sumber yang ada guna meningkatkan pendapatan ekonomi warga diantaranya meningkatkan infrastruktur perekonomian yang bisa berdampak langsung kepada ekonomi warga.

Untuk menjadikan "impian itu dapat terwujud" tentu dibutuhkan tangan dingin Muhammad Idaham memoles para aparatur sipil negara yang ada agar bisa berbuat semaksimal mungkin dengan kemampuan mereka.

Salah satunya dengan meningkatkan pengetahuan diantaraya mengikutsertakan mereka dalam berbagai program pelatihan, diklat ataupun peningkatan jenjang karier melalui berbagai kerjasama dengan berbagai universitas.

Hal ini diharapkan nantinya pendidikan yang diperoleh akan mampu diterapkan sesuai dengan aplikasi ilmu mereka, guna dikembangkan dan diterapkan ditengah-tengah masyarakat. Tujuannnya agar Binjai semakin maju dan berkembang lebih pesat lagi.

"Harus ada terobosan baru yang bisa menjadi warna buat kota Binjai, begitu warga pendatang singgah dikota itu, terobosan itu bagaimana pintu masuk ke kota Binjai baik dari Medan menuju Binjai, dari Langkat menuju Binjai, dari Deli Serdang menuju Binjai, terasa ada perubahan yang siknifikan,".

Ada ciri-ciri yang khas yang bisa dirasakan warga pendatang begitu masuk ke kota Binjai, termasuk pengembangan kulinernya, maupun juga bwerbagai potensi yang ada bisa dimamfaatkan untuk menjadikan oleh-oleh ataupun buah tangan yang bisa dibawa para pendatang pulang.

Termasuk berbagai penataan kecamatan yang juga harus menjadi perhatian serius untuk mewujudkan "Binjai Smart City". Diantaranya harus dibangun beberapa "kawasan hijau atau hutan kota" di lima wilayah itu yang hingga kini belum ada terlihat.

Pembangunan harus tidak lagi bertumpu di tengah-tengah kota, tapi harus bisa digeser keberbagai kecamatan yang ada. Selain itu juga berbagai kepentingan publik lainnya juga harus segera dibangun seperti taman bermain anak-anak, kampung digital, tempat olahraga, dan berbagai sarana lainnya juga harus sudah menjadi perhatian serius untuk mewujudkannya kedepan.

"Kebutuhan itu sangat mendasar yang juga harus diperhatikan sehingga dilima kecamatan yang ada akan tumbuh dan berkembang menjadi tempat-tempat yang bermamfaat buat warga,".

Yang tidak kalah pentingnya lagi mewujudkan "Binjai menjadi kota yang religius" hal ini dimaksudkan agar warga di daerah itu bisa tetap mengigat ajarannya. Untuk itu disarankan melalui tulisan ini beberapa tempat kiranya bisa dipasang tanda-tanda ataupun tulisan-tulisan keagamaan yang bisa dibaca warga.  

"Kita tidak ingin Binjai menjadi salah satu hutan reklame, maka berbagai tempat yang ada buat pemasangan papan iklan kiranya dapat juga dimamfaatkan guna membangun citra kota yang religius tadi".

Kota Binjai harus bisa menjadi warna tersendiri, dengan keberagaman suku yang ada namun bisa menjadi sangat religius bila pemimpinnnya mengarahkan warga ataupun aparatnya untuk lebih mencintai agamanya, sehingga kejahatan akan semakin terus berkurang, sebab warga menyadari bagaimana menjaga "citra" religius yang sudah dibangun.

Pada bidang lainnya diharapkan sarana dan prasarana penataan pasar juga harus benar-benar serius dilakukan. Pasar yang modren tentu membutuhkan berbagai sentuhan ada taman, ada tempat parkir yang luas, ada pasar yang berlainan penjualan seperti pasar daging lain, pasar buah lain, pasar sayur-sayuran lain, tempat penjualan pakaian juga lain.

Sehingga begitu masuk ke pasar modren tentu suasana "kebatinan" akan melihat sangat tertata rapi, sangat sejuk, nyaman, sehingga warga ataupun konsumen akan kerasan berada didalamnya. Itu juga harus menjadi perhatian.

"Berbagai terobosan itu perlu dilakukan, untuk itu dibutuhkan sumber daya manusia baik pegawai, warga, maupun berbagai elemen lainnya segera diberdayakan dan diberikan berbagai pelatihan untuk mewujudkan impian itu".   

Yang menjadi perhatian lagi bagaimana "mengeleminir banjir yang ada setiap tahun terjadi dibeberaap kawasan itu bisa dikurangi dan tidak berdapak luas, salah satunya dengan memprogramkan penanaman bambu disepanjang bibir sungai yang ada.

Bambu yang dimaksudkan oleh penulis berupa "bambu hitam" dimana bambu ini bisa dikembangkan selain membuat air jernih, juga bisa menahan derasnya air yang menerjang. Bambu sangat kuat menahan derasnya air. 

Selain itu bambu ini bisa dimamfaatkan buat anyaman, tusuk sate, mebel bambu yang harganya sangat tinggi dipasaran. Ini akan menjadi sumbangsih Pemkot Binjai buat para pengelola industri rumah tangga dengan mengembangkannya sehingga pendapatan mereka semakin bertambah.

Kiranya berbagai masukan pemikiran ini dapat menjadi sumbangsih kecil guna mewujudkan Kota Binjai yang semakin maju dan berkembang, untuk itu pemberdayaan ASN harus terus menerus dilakukan , duet Muhammad Idaham-Timbas Tarigan, harus berani mempercayakan kepemimpinan di berbagai instansi, dinas, yang ada disana kepada mereka yang muda-muda.

"Yang muda pasti ingin bekarya, mereka ingin menunjukkan kemampuannnya, mereka juga terobsesi untuk bersama pimpinannya memajukan kota itu, tentu kepercayaan itu harus diberikan karena mereka merupakan SDM yang andal dibidangnya,".

Langkah kearah sana harus terus dilakukan agar "Binjai Smart City" dapat segera terwujud dibawah kepemimpinan sang Walikota Muhammad Idaham dan Wakil Walikota Timbas Tarigan. Binjai yang maju, berkembang, modren, berdaya saing, dan ekonomi warganya terus semakin meningkat. "Binjai adalah kotaku, kotamu, kota kita, mari kita jaga, pelihara, dan tetap dirawat agar bisa menjadi kota yang religius, semoga".


Pewarta: Imam Fauzi
Editor : Akung

COPYRIGHT © ANTARA 2026