"Di Pasar Horas Pematangsiantar naik Rp4.000. Kemarin masih Rp84.000 per kologram," kata Liliwaty (45 tahun), yang membuka kedai nasi di kawasan Stasiun Kereta Api Pematangsiantar.
Lili mengatakan, harga cabai merah tidak stabil sejak dua bulan lalu tanpa bisa diprediksi kapan naik atau turun, dan untuk membeli yang berkualitas bagus cukup sulit.
Fluktuasi harga cabai merah itu membuat Lili dan pemilik warung atau kedai nasi lainnya kerepotan dalam menentukan harga jual nasi satu porsi, yang tidak bisa mengikuti naik turunnya harga bumbu rasa pedas itu.
Sedangkan harga cabai hijau stabil di kisaran Rp 40.000-an dan cabai rawit Rp60.000-an, termasuk bawang merah Rp32.000 perkilogram.
Sementara pemilik Rumah Makan Riahdo di Kecamatan Raya, Kabupaten Simalungun, Nesty br Haloho bisa memperoleh harga cabai merah lebih murah, karena membeli dalam jumlah 3-5 kilogram per hari.
"Hari ini Rp80.000, saya beli di Pasar Horas Pematangsiantar," kata Nesty.
Petani cabai di Kecamatan Purba, Kabupaten Simalungun, Alek Purba (42) mengaku menjual kepada agen (pengumpul hasil bumi) dengan harga Rp56.000-60.000 per kilogram sesuai kondisi cabai.
Pewarta: WaristoEditor : Ribut Priadi
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.