Medan, 8/3 (Antara) - Bulog menjamin stok beras Sumatera Utara aman hingga tiga bulan ke depan di tengah sebagian besar petani sudah memasuki musim tanam baru.

"Stok ada sekitar 32 ribuan ton atau cukup untuk hingga tiga bulan alokasi. Tidak ada masalah dalam stok hingga semester 1, meski sebagian besar petani sudah selesai panen," ujar Humas Bulog Sumut Rudy Adlyn di Medan, Rabu.

Menurut dia, stok akan semakin aman karena upaya pembelian beras dan gabah petani terus dilakukan Bulog.

Pembelian dilakukan ke petani, perusahaan penggilingan dan asosiasi yang sebelumnya sudah menyepakati kerja sama meliputi peningkatan koordinasi dan konsolidasi dalam kegiatan pengadaan� gabah/ beras dan palawija hingga pengembangan teknologi penggilingan padi dan pemasaran hasil giling.

Dia mengakui, pembelian dilakukan mengacu pada harga pembelian pemeintah (HPP) yang ditetapkan pemerintah.

Tahun ini, HPP gabah dan beras tidak berubah dari harga tahun lalu.

Harga Gabah Kering Panen (GKP) di penggilingan misalnya ditetapkan sebesar Rp3.750 per kg, Gabah Kering Giling (GKG) di gudang Bulog Rp4.600 per kg dan beras di gudang Bulog Rp7.300 per kg.

Dia menegaskan, stok yang mencukupi tentunya juga memperlancar penyaluran beras untuk warga sejahtera atau Rastra.

Alokasi beras untuk Sumut per bulannya di kisaran 11ribuan ton.

Stok beras itu akan semakin aman karena dijadwalkan ada masuk beras dari daerah lain untuk kepentingan beras publik service obligation (PS0).


Pengamat ekonomi Sumut, Wahyu Ario Pratomo, menyebutkan pemerintah dinilai sudah layak melakukan pembelian secara fleksibel.


Kalau saat harga jatuh misalnya, Bulog diinstruksikan membeli dengan volume dan harga tanpa batas atau tanpa harus mengacu pada HPP.


Pembelian dengan harga fleksibel itu sendiri, ujar Wahyu, dinilai penting karena mengacu pada fakta sering terbenturnya Bulog melakukan pembelian dengan acuan HPP. ***3***


Ridwan Chaidir


(T.E016/B/R010/R010) 08-03-2016 18:02:26

Pewarta: Evalisa Siregar
Editor : Juraidi

COPYRIGHT © ANTARA 2026