“ Mereka tidak aktif, mereka vakum. Dan pihak Pemkab Asahan belum menerbitkan keberadaan Gafatar di Asahan. Artinya kita terus mengumpulakan data-data dan terus memantau aktifitas mereka, ”
Asahan, Sumut, 19/1, (Antarasumut) - Ternyata keberadaan Gerakan Fajar Nusantara (Gafatar) sudah ada di Kabupaten Asahan sejak Tahun 2014.

Hal ini disampaikan, Kapolres Asahan, AKBP Tatan Dirsan Atmaja bahwa pihaknya telah mengumpulkan data tentang keberadaan Gafatar di Asahan. Dan pengurusnya pernah ada di Asahan dengan jumlah pengurus 4 orang. Selasa.

“Saat ini mereka tidak ada di Asahan, Mereka pergi ke Kalimatan,” demikian kata, Tatan yang juga didampingi Kasat Intelkam di ruang kerjanya Polres Asahan.

Mereka terdiri dari Ketua berinisial T, sekretaris( HS), Bendahara (S) dan bagian organisasi (YI). Dan berkantor di jalan Prof  M Yamin, Kelurahan Kisaran Naga.

“Mereka tidak aktif, mereka vakum. Dan pihak Pemkab Asahan belum menerbitkan keberadaan Gafatar di Asahan. Artinya kita terus mengumpulakan data-data dan terus memantau aktifitas mereka, ” cetus Tatan.

Tatan berharap kepada masyarakat untuk tidak cepat terpengaruh atau tertipu oleh ajaran-ajaran yang berbau agama, apalagi menyesatkan. Masyarat dapat melakukan koordinasi dengan Polres Asahan dan pihak Majelis Ulama Indonesia (MUI) atau Farom kerukunan umat beragama (FKUB) bila ada informasi tentang ajaran baru atau hal-hal yang mencurigai.

“ Kepada masyarakat jangan ragu-ragu menginformasikan kepada pihak Polisi, bila ada perkumpulan yang mencurigai,” sebut Tatan.



Pewarta: Indra
:

COPYRIGHT © ANTARA 2026