Medan, 12/1 (Antara) - Perum Bulog Divisi Regional Sumatera Utara masih terus melanjutkan operasi pasar atau OP beras untuk menstabilkan harga yang sempat naik menjelang Natal dan tahun baru 2016.
"OP beras masih dilanjutkan karena harga belum stabil," ujar Kepala Perum Bulog Divre Sumut, Fatah Yasin di Medan, Selasa.
OP beras dilakukan di lima pasar tradisional yakni Palapa, Pusat Pasar, Petisah, Sukaramai dan Aksara.
Penjualan dilakukan dengan volume bervariasi setiap harinya tergantung permintaan pasar.
Harga beras OP dijual seharga Rp8.400 atau lebih murah dari harga di pasar yang sebesar Rp9.000 - Rp9.500 per kg.
"OP tidak akan mengalami hambatan karena stok juga masih aman untuk tiga bulan ke depan atau hampir 40.000 ton," katanya.
Sejak diluncurkan Desember 2015, OP beras Sumut sudah sebanyak 200 ton.
Humas Bulog Sumut, Rudy Adlyn, mengatakan, OP itu mendapat perhatian masyarakat meski pembelian tidak secara jor-joran.
Pedagang sembilan bahan pokok (sembako) di Pusat Pasar Medan, Acai, mengatakan, stok beras cukup banyak, tetapi memang harganya naik.
Pasokan beras antara lain dari Aceh dan Padang,Sumatera Barat.
"Harga beras naik sejak akhir November 2015 di tengah banyak permintaan mendekati Natal dan tahun baru.Tetapi meski permintaan mulai stabil, harga masih mahal karena harga tebus juga naik," katanya.**3***
Pewarta: Evalisa SiregarEditor : Ribut Priadi
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.