Hitung-hitungannya PSKTP yang hanya mengoleksi satu poin dari dua laga punya koleksi poin yang sama dengan Tanjung Balai FC. Namun PSKTP unggul selisih gol dengan memasukkan dua gol dan kemasukan tiga gol. Sementara Tanjung Balai hanya memasukkan satu gol dan kemasukan tiga gol.
Padahal PSKTP memang mengerahkan upaya maksimal untuk meraih kemenangan pada laga itu. Masih mengandalkan trio Safri Koto, Mahadi Rais dan Misliandi, PSKTP coba mengancam pada menit awal.
Mereka didukung dengan duet Faisal Azmi dan Heri Irwansyah dari lini kedua. Sembilan menit berjalan, Safri Koto coba menembak tapi tendangannya terlampau jauh melenceng.
Dua menit berselang ancaman perdana Patmi yang malah berbuah gol. Rino lolos usai mendapat umpan Zulkifli. Placing bolanya ke tiang jauh membentur bek dan mengecoh Dede Pranata, kiper PSKTP. Skor 1-0 membuat PSKTP mulai terancam.
Mereka coba memberi respon cepat. Tapi mereka kesulitan menembus pertahanan Patmi yang dikoordinir Lesmana Hardi. Belum lagi Misliandi kerap terperangkap offside. Malah Patmi yang kerap kali menghadirkan ancaman yang lebih membahayakan.
Salah satunya umpan tendangan bebas Yusrizal Muzakki pada menit ke-22 namun diteruskan Rino dengan tandukan yang melenceng. Tiga menit berselang eks striker PON Sumut, Zulkifli lolos ke kotak penalti PSKTP. Syukurnya Dede Pranata mampu menghalaunya dengan kaki.
Pada menit ke-28, PSKTP baru berhasil melakukan tendangan ke gawang. Peluang ini diciptakan Misliandi yang lolos sendirian ke kotak penalti lawan. Kiper Patmi, Andri Dadang bergerak cepat menutup tendangan Misliandi dengan kedua kakinya.Menit ke-31, giliran Mahadi Rais namun tendangannya ditepis Andri.
Ghozali Siregar yang menjadi kapten Patmi turut bernafsu mencetak gol. Setelah upaya pertamanya dimentahkan Dede Pranata, pemain Persipasi Bandung Raya (PBR) itu akhirnya menciptakan gol pada menit ke-33. Tendangan terukurnya ke sudut kanan bawah gawang kali ini tak dapat diselamatkan Dede. Skor 2-0 berarti membuat PSKTP tersingkir.
Tak mampu menciptakan gol di babak pertama, PSKTP pun bermain lebih agresif di paruh kedua. Mencetak satu gol saja atau kekalahan dengan selisih satu gol saja sudah membuat tim finalis dua musim beruntun ini lolos.
Menit ke-50, tendangan first time Misliandi menyambut umpan silang masih belum tepat sasaran. Dua menit kemudian tendangan Heri Irwansyah melenceng. Tiga menit kemudian Mahadi Rais lolos ke kotak penalti meski tidak mendapat ruang tembak yang leluasa karena ditempel bek lawan. Begitupun ia masih sempat melepaskan tendangan datar yang hanya sedikit menyamping.
Gol yang ditunggu PSKTP akhirnya lahir pada menit ke-57. Heri Irwansyah melakukan tendangan kaki kiri mendatar yang sebenarnya tidak terlalu deras. Namun bola ke sudut kiri gawang itu tak dapat dihalau kiper lawan.
Lima menit berselang Patmi coba kembali memperbesar selisih angka. Umpan silang Ghozali sangat matang kepada Zulkifli yang tanpa kawalan menyontek bola. Namun penyelamatan heroik dilakukan Dede Pranata dan peluang yang seharusnya 90 persen gol itu menjadi mentah.
PSKTP kembali mendapat kesempatan menyamakan skor pada menit ke-72. Lagi-lagi Misliandi gagal karena tak mampu menyambut umpan silang Emil dengan tandukan. Paceklik gol top skor dua tahun lalu itu berlanjut saat Misliandi lolos sendirian ke kotak penalti lima menit kemudian.
Tapi tembakannya menyamping. Pemain pengganti Ramadhani juga punya peluang saat mendapat ruang tembak pada menit ke-82, namun tendangannya menyamping lagi. Skor 1-2 bertahan hingga akhir. Patmi memastikan diri menjadi juara grup B.
Pewarta: JuraidiEditor : Juraidi
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.