Jadi keputusan untuk meliburkan siswa sekolah ini bukan ikut-ikutan karena ada daerah lain yang lebih dulu meliburkan sekolahnya, tapi berdasarkan survei dan analisis dari para SKPD dan instansi terkait
Padangsidimpuan, 28/10 (Antarasumut)- Pemerinta Kota (Pemko) Padangsidimpuan mengambil inisiatif meliburkan ribuan pelajar mulai dari tingkat PAUD hingga SMP, sejak Rabu  sampai Sabtu (31/10) mendatang.

“Sesuai dengan hasil rapat dengan para pimpinan SKPD dan instansi lainnya, kami memutuskan untuk meliburkan siswa mulai dari tingkat PAUD hingga SMP se-Kota Padangsidimpuan,” tegas Walikota Padangsidimpuan, Andar Amin Harahap, S.STP, MSi, Selasa kemarin.

menurut dia,  pengambilan keputusan tersebut berdasarkan hasil survei yang dilakukan pihaknya untuk menganalisis kondisi dampak kabut asap yang hingga kini masih terus menyelimuti Kota Padangsidimpuan dan sekitarnya, Terlebih bagi anak-anak usia sekolah, yang rentan terjangkit penyakit (Infeksi Saluran Pernafasan Akut)ISPA akibat kabut asap.

“Jadi keputusan untuk meliburkan siswa sekolah ini bukan ikut-ikutan karena ada daerah lain yang lebih dulu meliburkan sekolahnya, tapi berdasarkan survei dan analisis dari para SKPD dan instansi terkait, ” jelasnya.

Informasi yang di himpun, dari 29 sampel sekolah yang sudah dilakukan pendataan, terangnya, diketahui selama kabut asap terjadi, kehadiran anak didik ke sekolah belakangan ini semakin berkurang. Dan, alasannya sakit karena kabut asap. Begitu juga dengan data kunjungan pasien ke RSUD Kota Padangsidimpuan, jumlahnya terus bertambah.

“Kita juga sudah lakukan pengecakan kondisi udara yang ada saat ini, dan bisa diprediksi sudah masuk ke dalam kategori membahayakan,” ungkapnya dan tinggal menunggu hasil yang sampelnya sudah dikirim pihak Badan Lingkungan Hidup ke Medan untuk dianalisis. Ungkapnya

Pewarta: Khairul Arief
: khairularief

COPYRIGHT © ANTARA 2026