"Kemarin cukup tebal, mata perih dan pernapasan hidung agak panas"
Pematangsiantar, Sumut, 14/9 (Antara) - Kabut asap yang menyelimuti Kota Pematangsiantar dan Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara, menipis pascaturunnya hujan selama kira-kira tujuh jam pada Minggu.

Masyarakat bernapas lega dan tidak begitu mengkhawatirkan dampak kabut asap, sehingga bisa melakukan aktivitas di luar rumah seperti bepergian ke tempat keluarga atau rekreasi.

"Kemarin cukup tebal, mata perih dan pernapasan hidung agak panas," ujar Bambang Rahmadani (34 tahun) warga Kelurahan Tanjung Pinggir, Kecamatan Siantar Martoba, Pematangsiantar.

Pria yang sehariannya berprofesi sebagai pedagang keliling ini terpaksa membatalkan menjajakan dagangannya dan lebih memilih berdiam di rumah.

"Jaga kesehatan, khawatir kena penyakit," katanya.

Sementara peternak sapi di sejumlah kecamatan di Kabupaten Simalungun mengurungkan aktivitas penggembalaan ke lapangan terbuka untuk memberi makan hewan ternakannya.

Sami`in warga Nagori atau Desa Silou Bayu, Kecamatan Gunung Maligas, Kabupaten Simalungun, mengaku takut sapinya sakit, khususnya menjelang Hari Raya Kurban.

Kabur asap mulai menyebar di kedua daerah ini sejak tiga minggu lalu, dan sempat hilang pascahujan selama tiga hari, dan dalam lima hari muncul kembali sampai jarak pandang kira-kira 400 meter.

Masyarakat berharap dalam sehari tetap turun hujan supaya dampak kabut asap tidak terlalu mengganggu pandangan dalam berkendara dan pernapasan. ***4***




Pewarta: Waristo
Editor : Ribut Priadi

COPYRIGHT © ANTARA 2026