Medan, (Antara) - Dinas Pemuda dan Olahraga Sumatera Utara selaku pengelola Pusat Pendidikan Pelatihan Pelajar (PPLP) menyesalkan terjadinya insiden yang mengakibatkan atlet karate cedera saat latihan. Kabid Bina Keolahragaan Dispora Sumut Darwis di Medan, Selasa, mengatakan, pihaknya langsung turun tangan setelah mengetahui karateka pelajar Dicky Prasetyo mengalami cedera. "Dari hasil penelurusan awal, kami menilai telah terjadi kelalaian pelatih dalam menangani atletnya. Karena itu, kami akan meninjau ulang status pelatih tersebut," katanya. Ia menjelaskan Dicky Prasetyo dan orang tuanya datang ke kantor Dispora Sumut pada Rabu (29/7) dengan didampingi beberapa pengurus KKI. Mereka mengadukan bahwa atlet muda Kushin Ryu M Karatedo Indonesia (KKI) Kota Tebingtinggi yang baru dua pekan berada di PPLP Sumut mengalami cedera rusuk, memar pada mata dan bibir. Cedera itu menurut orang tuanya, Fachruddin, akibat kekerasan fisik yang dilakukan pelatih dan para atlet senior (tim Pra-PON). Pihaknya, lanjut Darwis, menindaklanjuti tuduhan kekerasan fisik itu dengan melakukan klarifikasi kepada pelatih dan para saksi mata di PPLP Sumut. Dari hasil klarifikasi, diketahui cederannya Dicky terjadi saat latihan (sparing). "Di PPLP Sumut tidak berlaku istilah senioritas yang bisa bertindak semena-mena terhadap yuniornya," katanya. Dalam hal ini pihak Dispora menilai pelatih kurang proporsional dalam menerapkan program latihan kepada atlet mudanya, apalagi yang baru saja masuk sebagai siswa baru. Tidak sepantasnya sang atlet yang baru 14 tahun dan baru sekitar 2 minggu di PPLP Sumut langsung bertarung dengan atlet pra-PON yang jauh lebih berpengalaman. "Sangat tidak tepat menerjunkan atlet yang sedang dalam persiapan umum dan adaptasi untuk latih tanding, apalagi dengan atlet yang lebih senior," tambah Darwis. Pelatih Erwin Kamarullah saat diklarifikasi juga mengakui adanya cedera yang dialami atletnya akibat sparing partner dengan atlet Pra PON. Namun mereka langsung memeriksakan kondisi Dicky ke klinik PPLP serta menyerahkan kepada masseur (terapis pijat) untuk menangani kemungkinan pergeseran tulang. Prosedur itu merupakan cara penanganan yang selalu dilakukan kepada para atlet yang bernaung di PPLP Sumut. ***4*** (T.KR-JRD/C/J. Suswanto/J. Suswanto) 04-

Pewarta: Juraidi
:

COPYRIGHT © ANTARA 2026