Bupati Serdang Bedagai Soekirman di Seirampah, Selasa, mengatakan, mengantisipasi terjadinya pasar tumpah sangat penting guna mencegah kemacetan lalu lintas pada saat Idul Fitri.
"Artinya mulai sekarang keberadaan pasar-pasar tradisional harus menjadi fokus penataan. Jangan sampai lalu lintas menjadi macet karena adanya pasar tumpah," katanya saat membuka rapat Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (FKPD) terkait persiapan menghadapi Idul Fitri.
Dalam kesempatan itu ia juga mengajak jajaran FKPD maupun seluruh stakeholder yang berkepentingan harus mampu mengantisipasi sekecil apapun hal-hal yang dapat mengganggu ketertiban, kenyamanan dan ketentraman masyarakat yang merayakan Idul Fitri.
Untuk itu diharapkan Bupati Sergai H. Soekirman agar semua pihak saling bersinergi, sehingga suasana maupun keadaan "Kabupaten Tanah Bertuah Negeri Beradat" yang sekarang ini cukup aman dan kondusif dapat menjadi lebih baik lagi.
"Perlu dilakukan koordinasi dan kerja sama secara optimal dengan unsur pimpinan daerah, aparat terkait, tokoh adat, tokoh agama dengan memberdayakan forum yang ada untuk antisipasi jelang, pada saat dan setelah Hari Raya Idul Fitri," katanya.
Dalam rapat tersebut juga dibahas tentang mengantisipasi sejak dini gangguan maupun masalah pengamanan dalam menyambut Hari Raya Idul Fitri yang mencakup berbagai hal.
Diantaranya pengamanan pelaksanaan malam takbiran yang dipusatkan di Kecamatan Tanjung Beringin guna mencegah terjadinya penumpukan massa dan Shalat Idul Fitri dengan aman, lancar dan tertib dengan melibatkan forum dan kelompok masyarakat.
Rapat tersebut juga menghasilkan keputusan yang meminta kepada agar tidak melakukan kutipan infaq/sedekah untuk pembangunan rumah ibadah di jalan pada mulai H-7 hingga H+7 Idul Fitri.
Selain itu jug adiasilkan keputusan meningkatkan pengamanan dilokasi-lokasi wisata bahari, yang pad aumumnya memang banyak dikunjungi masyarakat pada saat libur terutama Idul Fitri.***4***
:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.