Hal itu terungkap dari hasil pemeriksaan dilakukan tim medis RSUD Batubara dalam pengobatan gratis sekaligus sosialisasi tentang bahaya Narkoba di Lapas setempat, kamis (20/11).
Tim medis dipimpin Direktur RSU, dr Mariana Lubis melibatkan tiga dokter umum terdiri dr Fauzi Sinaga, dr Guruh Wahyu Nugraha dan dr Zaki beserta perawat tersebut dalam rangka memperingati Hari Kesehatan Nasional (HKN).
Sebelum pengobatan gratis, terlebih dahulu memberikan penyuluhan tentang behaya Narkoba kepada sekitar 200 lebih Napi maupun tahanan dengan antusias mengikuti.
Penyalahgunaan Narkoba hingga menjadi perhatian utama. Sejak mulai maraknya penggunaan Narkoba, disebut ada pasien rawat inap di Indonesia karena ketergantungan obat.
Sampai memasuki Tahun 2000-an masalah pada pasien dengan cara suntik semakin kompleks, yakni dengan adanya berbagai komplikasi fisik khususnya AIDS dengan berbagai infeksi opportunistik menyertai.
"Ini dapat kita lihat dari berita di media massa,"tukas dr Mariana.
Setelah itu dilanjutkan pengobatan gratis kepada napi maupun tahanan di mana ditemukan penyakit kulit atau gatal-gatal hampir semua umur menyerang napi.
Sedangkan Hivertensi umumnya diderita usia lanjut dari 40 ke atas. Mereka langsung diberikan penangan obat oleh tim medis.
Kalangan napi dan tahanan menyambut baik kegiatan tersebut dan berharap pihak rumah sakit untuk melakukan pengobatan gratis seminggu sekali ke LP sebagaimana diterapkan dahulu.(Ahmad Suhaimi).
:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.