"Terdapat 57,1 hektare tanaman padi dilaporkan diserang hama," kata Kordinator Pengamat Hama Pertanaman Dinas Pertanian Kabupaten Langkat Miswandi, di Stabat, Jumat.
Miswandi menjelaskan serangan terluas dari organisme pengganggu hama tanaman itu berupa walang sangit seluas 21,2 hektare terutama di Kecamatan Sei Lepan, Kecamatan Sei Bingei dan Kecamatan Gebang.
Dari ketiga kecamatan ini yang diserang hama walang sangit terluas berada di Kecamatan Sei Lepan mencapai 11,5 hektare, upaya untuk mengatasi itu juga sudah dilakukan dengan pemasangan bau-bauan, katanya.
Sementara itu OPT lain yang menyerang tanaman padi petani yaitu blas mencapai luasan 15,9 hektare, terutama di Kecamatan Pangkalan Susu, Kecamatan Brandan Barat dan Kecamatan Secanggang.
Namun antisipasi juga sudah dilakukan baik oleh petani maupun petugas penyuluhan pertanian lapangan yang ada di berbagai kecamatan itu dengan penggunaan fungisida Amistartop 325 EC, termasuk juga Delsene MX 80 WP dan Blast 5 SC, katanya.
Serangan OPT lainnya seperti hama putih palasu 9,3 hektare terjadi di Pangkalan Susu, Salapian dan Bahorok, tikus 3,7 hektare di Salapian, termasuk juga burung kini menyerang tanaman padi petani seluas tiga hektare di Kecamatan Gebang.
Selain itu gangguan organisme hama tanaman ini berupa penggerek batang seluas dua hektare, siput murbei satu hektare, kresek dan ceskospora satu hektare.
Untuk pertanaman lainnya juga ada yang diserang OPT ini seperti jagung, berupa busuk tongkol, hawar daun, belalang, dan tikus.
Termasuk juga kacang tanah gangguan dari tikus, dan penggulung daun, namun kesemuanya serangan hama tanaman ini tidak terlalu luas dan sudah dilakukan upaya berupa eradikasi tanaman terserang, sanitasi lingkungan, pengumpanan, dan penggunaan obat-obatan.***3***
(T.KR-IFZ/B/Suparmono/Suparmono) 13-02-2015
Pewarta: Imam Fauzi:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.