"Forkala sebagai salah satu organisasi yang menghimpun para tokoh adat di Kota Medan,harus mampu sebagai perekat dan pelopor keharmonisan," kata Dzulmi Eldin, Rabu.
Hal itu dia katakan pada silaturahim tokoh adat Kota Medan yang mengusung tema "Membangun Medan Dalam Kebhinekaan," katanya.
Ia mengatakan, kegiatan yang digelar Forkala tersebut sangat strategis, mengingat Kota Medan merupakan kota yang multikultural, sehingga perlu banyak dilakukan dialog bagi pemuka adat dalam menjaga kestabilan serta keharmonisan.
Melalui forum silaturahim tersebut, ia menyampaikan beberapa pesan, pertama selaku warga Kota Medan setiap orang memiliki hak dan kewajiban yang sama.
"Diharapkan semua pihak dapat meleburkan perbedaan yang ada dan memunculkan persamaan. Artinya walaupun berbeda kita dapat saling bertoleransi dan hidup berdampingan secara damai," katanya.
Selanjutnya mantan Sekda Kota Medan ini juga menyampaikan, dengan perbedaan yang ada, diharapkan semua pihak tetap bergandengan tangan serta melangkah bersama dalam memajukan Kota Medan.
Kemudian saling mengingatkan bahwa perbedaan yang ada bukanlah bagian dari alat pemecah namun sebagai kekuatan besar dalam menjadikan Kota Medan kota yang lebih maju lagi kedepannya.***4***
(T.KR-JRD/C/S. Muryono/S. Muryono)
Pewarta: Juraidi:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.