Kordinator Pengamat Hama Pengganggu Tanaman Miswandi di Stabat, Senin mengungkapkan dari 70 hektare tanaman padi tersebut, serangan hama tanaman terluas yaitu hama Blas mencapai 33,5 hektare di Kecamatan Brandan Barat, Kuala, Pematang jaya, Sungai Bingei dan Secanggang.
Selain itu hama putih palsu seluas 14,5 hektare di Kecamatan Pangkalan Susu, Binjai, Bahorok, dimana terhadap kedua serangan hama ini petani maupun penyuluh pertanian di lapangan sudah melakukan pengendalian.
"Pengendalian yang dilakukan petani di lapangan dengan mempergunakan Fungisida Amistartop 325 EC, DElsene MX 80 WP, Blast 50 SC, dan Bancol 50 WP serta Insektisida Konstan 400 SL," katanya.
Upaya ini dilakukan untuk bisa menyelamatkan tanaman padi, hingga nantinya bisa terus berproduksi sesuai dengan apa yang diharapkan.
Miswandi juga mengungkapkan hama siput murbei juga menyerang tanaman padi petani seluas delapan hektare, walang sangit seluas lima hektare, kreseks eluas 5,9 hektare, cerkospoa seluas 2,5 hektare dan penggerek batang seluas 0,5 hektare.
Kordinator Pengamat Hama Tanaman Dinas Pertanian Kabupaten Langkat itu mengungkapkan selian itu tanaman jagung, kacang tanah juga diserang hama tanaman.
Untuk tanaman jagung serangan terluas dari hama penggerek batang di Kecamatan Sei Bingei mencapai 1,5 hektare dan hawar daun seluas 0,7 hektare di Kecamatan Secanggang, serta karat daun seluas 1,5 hektare di Kecamatan Sawit Seberang.
Sementara untuk tanaman kacang tanah serangan berupa penggerek batang, yang upaya penyelematannya juga sudah dilakukan dengan memberikan beragai obat-obatan agar serangan tidak semakin meluas, katanya.***3***
(T.KR-IFZ/C/S. Suryatie/S. Suryatie) 12-01-2015 07:47:37
Pewarta: Imam Fauzi:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.