Medan, 22/12 (Antara) -Devisa Sumatera Utara dari India terus turun hingga sebesar 32,17 persen yang dipicu menurunnya ekspor minyak mentah kelapa sawit atau crude palm oil dan produk turunannya serta hasil komoditas lainnya.
"Hingga Oktober, nilai ekspor Sumut ke India masih 511,236 juta dolar AS dari periode sama tahun lalu yang mencapai juta 753, 677 juta dolar AS, " kata Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Sumut Wien Kusdiatmono di Medan, Senin.
Penurunan devisa itu, karena volume dan harga ekspor sejumlah produk yang diperdagangkan Sumut ke India mengalami penurunan.
Ekspor Sumut ke India antara lain CPO dan produk turunannya, karet, rempah-rempah dan pinang.
Ekspor terbesar berupa CPO dan produk turunan lain yang masuk dalam golongan barang lemak dan minyak hewan/nabati.
Penurunan devisa Sumut yang cukup besar itu menjadi salah satu pemicu turunnya devisa Sumut yang hingga Oktober turun 0,15 persen atau tinggal 7,936 miliar dolar AS dari 7,948 miliar dolar AS periode sama tahun 2013.
Namun, meski nilai ekspor anjlok, tetapi India tahun ini masih tetap masuk dalam lima besar negara penyumbang terbesar devisa Sumut
India merupakan negara ke empat terbesar penyumbang devisa Sumut setelah Republik Rakyat Tiongkok (RRT), Amerika Serikat (AS) dan Jepang.
Ketua Umum Asosiasi Petani Kelapa Sawit Indonesia (Apkasindo) , Anizar Simanjuntak, menyebutkan, permintaan dan harga jual CPO yang melemah di pasar internasional mempengaruhi langsung harga tandan buah segar (TBS) petani.
Harga TBS petani di kisaran Rp1.000 -
Rp1.100 per kg dan harga itu kurang menguntungkan petani.
Ketua Dewan Minyak Sawit Indonesia (DMSI), Derom Bangun, mengakui adanya penurunan ekspor CPO ke India Karen melemahnya permintaan dampak pengaruh ekonomi..
Penurunan permintaan itu terlihat dari ekspor CPO dan produk turunannya serta minyak inti sawit Indonesia ke India pada triwulan I 2014 yang turun cukup besar dibandingkan periode sama tahun lalu.
Pada triwulan I 2014, ekspor CPO ke India tinggal 478.000 ton atau turun 58 persen dari 1,137 juta ton di periode sama tahun lalu.***2***Budi Suyanto
(T.E016/B/B. Suyanto/B. Suyanto) 22-12-2014 13:01:06
Pewarta: Evalisa Siregar:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.