Amblesnya tembok gedung ATAKPN itu terjadi akibat hujan deras yang mengguyur kawasan tersebut. Namun tidak ada korban jiwa dalam peristiwa itu, hanya saja arus lalu lintas sempat tersendat beberapa waktu.
Pihak STAKPN dibantu aparat pemerintah setempat langsung turun tangan dengan dua unit alat berat untuk mengevakuasi longsoran tembok sepanjang sekitar 20 meter. Baru sekitar pukul 18.00 WIB, arus lalulintas kembali normal.
Kasat Lantas Polres Taput AKP E Simamora didampingi Kapolsek Sipoholon Iptu LS Gultom, mengatakan pasca kejadian itu pihaknya langsung menurunkan puluhan personel untuk mengatur arus lalulintas.
“Penyebab ambruknya belum diketahui pasti, namun longsor tersebut diduga akibat tembok yang dibangun di areal lahan pembangunan kampuis II STAKPN Tarutung tidak kuat menahan tekanan atau beban lantaran lokasi tembok dibangun di pegunungan dengan kemiringan sekitar 60 derajat,” katanya.
Menurut dia, longsor sempat menghentikan jalur kendaraan yang lewat. “Jalur kendaraan yang hendak lewat sempat terhenti. Beruntung saat kejadian tidak ada kendaraan yang melintas,” ucapnya. (ril)
:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.