Medan,   (Antara) - Tim Penggerak PKK dan Dharma Wanita Sumatera Utara sepakat melakukan aksi gerakan penanaman dan perawatan pohon setiap bulan Desember untuk antisipasi bencana di daerah itu dengan belajar dari musibah longsor Banjarnegara, Jawa Tengah.

"Mulai Desember yang juga bertepatan dengan Hari Ibu kegiatan tanam pohon harus dilakukan di sini sembari meningkatkan pemeliharaan tanaman," kata Ketua Tim Penggerak PKK Sumut Hj Sutias Handayani Gatot Pujo Nugroho di Medan, Selasa.

Selain menanam dan merawat pohon juga hendaknya diikuti dengan gerakan menebar benih ikan di sungai untuk menjaga kelangsungan ekosistem.

Dia menyebutkan, langkah-langkah itu harus dilakukan di semua kabupaten/kota.

Gerakan Perempuan Bertanaman seperti yang sudah dilakukan di Kecamatan STM Hilir, Deliserdang harus terus dilanjutkan.

Apalagi, kata Sutias, kawasan itu berada di kawasan Register 40 seputar Bukit Barisan.

Menurut dia, jenis pohon yang ditanam hendaknya yang produktif seperti mahoni, aren, durian, petai dan mangga.

"Musibah Banjarnegara yang menyedihkan karena banyak memakan korban jiwa harus menjadi pelajaran kita untuk menjaga lingkungan," katanya.

Penanaman pohon walau di rumah juga akan membantu lingkungan dan bahkan bisa meningkatkan pendapatan masyarakat.

Ketua TP PKK Deli Serdang Hj Yunita Azhari Tambunan menyebutkan dijadikannya Deliserdang sebagai tempat tanam pohon tahun ini sangat diapresiasi.

"Gerakan itu akan ditularkan ke desa atau kecmatan lain," katanya.

Dengan bantuan tanaman dari Pemprov Sumut, kata dia, maka gerakan tanaman pohon itu akan bisa lebih maksimal. ***3***
(T.E016/B/T. Susilo/T. Susilo)

Pewarta: Evalisa Siregar
:

COPYRIGHT © ANTARA 2026